Pertanyaan mengenai apakah pmo di bulan puasa boleh malam hari sering kali terlintas di pikiran sebagian pemuda Muslim. Secara singkat, melakukan PMO (Pornografi, Masturbasi, dan Orgasme) pada malam hari tidak membatalkan puasa yang telah selesai pada hari tersebut. Waktu berpuasa membentang dari terbit fajar hingga terbenam matahari, sehingga larangan pembatal puasa tidak berlaku saat malam hari. Namun, kalian perlu memahami bahwa aktivitas ini tetap berkaitan erat dengan hukum syariat Islam mengenai penyaluran syahwat di luar pernikahan.
Hukum Islam Terhadap Praktik PMO
Islam mengatur penyaluran hasrat biologis secara ketat agar manusia tidak terjerumus ke dalam dosa. Walaupun tidak membuat puasa batal, para ulama sepakat bahwa mengeluarkan air mani dengan tangan sendiri atau masturbasi merupakan perbuatan yang tercela. Kalian bisa melihat pandangan beberapa mazhab besar terkait hal ini:
Mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanafi
Mayoritas ulama dari ketiga mazhab ini mengharamkan masturbasi secara mutlak. Mereka melarang keras perbuatan tersebut bagi orang yang belum menikah.
Mazhab Hambali
Ulama mazhab ini memandang masturbasi sebagai perbuatan yang makruh atau sangat tidak dianjurkan.
Oleh karena itu, alih-alih menuruti hawa nafsu, sebaiknya kalian mengalihkan hasrat tersebut dengan memperbanyak ibadah malam di bulan Ramadan, seperti tadarus Al-Qur’an, berolahraga ringan, atau tidur lebih awal.
Kewajiban Bersuci Setelah Melakukan PMO
Setelah air mani keluar secara sengaja, kalian langsung berada dalam kondisi berhadas besar. Kondisi ini mewajibkan kalian untuk segera melakukan mandi junub atau mandi besar sebelum melaksanakan ibadah lain, terutama shalat subuh dan puasa keesokan harinya. Mandi besar menjadi syarat mutlak agar ibadah kalian kembali sah di mata Allah SWT.
Kesimpulan
Jawaban dari pertanyaan apakah pmo di bulan puasa boleh malam hari adalah tindakannya tidak membatalkan puasa siang hari, namun syariat Islam sangat membenci dan mengharamkan perbuatan tersebut.
Daripada menuruti hawa nafsu sesaat yang berujung pada rasa bersalah, mari isi malam Ramadan dengan aktivitas yang lebih produktif dan bernilai pahala. Jaga pandangan dan kendalikan diri kalian agar ibadah puasa tahun ini benar-benar memberikan dampak spiritual yang positif dan mengantarkan kalian menjadi pribadi yang lebih baik.
