Menerapkan tata cara sholat witir 3 rakaat 2 salam merupakan langkah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim untuk menutup rangkaian ibadah sholat malam. Berbeda dengan metode langsung tiga rakaat, cara ini memisahkan pelaksanaannya menjadi dua rakaat pertama dan satu rakaat terakhir. Pemisahan ritme ini sering kali membuat ibadah terasa lebih ringan dan menjaga fokus tetap optimal.
Oleh karena itu, memahami urutan gerakan dan bacaan niat yang tepat akan sangat membantu umat Muslim, khususnya anak-anak muda yang tengah membangun rutinitas ibadah, agar bisa melaksanakannya sesuai tuntunan syariat.
Pembagian Rakaat dalam Sholat Witir 3 Rakaat 2 Salam
Secara umum, metode dua kali salam mengharuskan seseorang menyelesaikan dua rakaat terlebih dahulu hingga tuntas beserta salam penutupnya. Setelah salam pertama selesai, orang tersebut langsung berdiri kembali untuk mengerjakan satu rakaat sisanya sebagai penutup yang ganjil.
Pendekatan bertahap ini sangat praktis dan banyak ulama merekomendasikannya karena wujud sholatnya memiliki perbedaan yang sangat jelas dari sholat Maghrib.
Bacaan Niat Masing-Masing
1. Niat untuk 2 Rakaat Pertama
Bahasa Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushallii sunnatal witri rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Niat untuk 1 Rakaat Terakhir
اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً لِلهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri rak’atan lillaahi ta’aalaa.
“Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Jika Anda bertindak sebagai makmum atau imam, tinggal tambahkan kata ma’muuman atau imaaman sebelum kata lillaahi ta’aalaa.
Panduan Lengkap dan Bacaan Niat Sholat Witir
Agar ibadah berjalan lancar, Anda perlu mengetahui rincian niat dan surat pendek anjuran (sunnah) pada setiap tahapannya. Berikut adalah langkah-langkah mengerjakannya secara berurutan:
1. Mengerjakan Sholat Witir 2 Rakaat Awal
Pelaksanaan bagian pertama ini memiliki kemiripan dengan sholat Subuh, tetapi Anda tidak perlu memakai doa qunut. Rincian pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
- Membaca Niat: Mulai ibadah dengan membaca niat, “Ushallii sunnatal witri rak’ataini lillaahi ta’aalaa” (Aku niat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala).
- Rakaat Pertama: Membaca surat Al-Fatihah, lalu menyambungnya dengan membaca surat Al-A’la.
- Rakaat Kedua: Membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat Al-Kafirun.
- Penutup Bagian Pertama: Melakukan duduk tahiyat akhir sesudah sujud kedua, lalu menutup dua rakaat ini dengan mengucap salam.
2. Menyempurnakan Sholat Witir degan 1 Rakaat
Segera berdiri kembali sesaat setelah Anda menyelesaikan salam pada bagian pertama. Langkah ini bertujuan menyempurnakan bilangan witir menjadi ganjil.
- Membaca Niat: Membaca lafal niat yang berbeda, yakni “Ushallii sunnatal witri rak’atan lillaahi ta’aalaa” (Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala).
- Pelaksanaan: Membaca surat Al-Fatihah, lalu melanjutkannya dengan membaca tiga surat pendek sekaligus secara berurutan, yaitu surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
- Gerakan Lanjutan: Melakukan rukuk, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, hingga sujud kedua.
- Penutup Akhir: Melakukan duduk tahiyat akhir dan mengakhiri seluruh rangkaian sholat witir dengan salam.
Baca juga untuk shalat witir yang lain di Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat 1 Salam
Cara Menyesuaikan Niat Saat Menjadi Imam atau Makmum
Umat Muslim bisa mendirikan sholat witir secara mandiri di rumah maupun berjamaah di masjid, terutama saat bulan suci Ramadhan tiba. Apabila Anda bertindak sebagai imam atau makmum dalam sholat berjamaah, Anda cukup melakukan sedikit penyesuaian pada lafal niatnya. Anda hanya perlu menyisipkan kata imaaman (jika bertugas menjadi imam) atau ma’muuman (jika berposisi sebagai makmum) tepat sebelum mengucap lafal lillaahi ta’aalaa. Penyesuaian lafal niat ini memastikan status sholat berjamaah Anda sah secara hukum syariat.
Kesimpulannya, mempraktikkan metode sholat dengan jeda dua kali salam membuat rangkaian ibadah penutup malam terasa lebih tertata dan mudah kita ikuti. Kini, Anda tidak perlu lagi ragu atau bingung mengurutkan rakaat saat ingin mendirikan sholat witir selepas isya maupun tahajud.
Mari jadikan ibadah sunnah ini sebagai kebiasaan positif harian untuk meraih ketenangan batin dan keberkahan hidup di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.
