Dituduh Jokowi Sakit Hati Gegara Ditolak PDIP Terkait Wacana Presiden 3 Periode, Projo: Tuduhan Itu Drama…

oleh
Presiden Joko Widodo
Presiden RI Joko Widodo (ist.)

kataberita.id – Kelompok relawan Projo membantah Presiden Jokowi kecewa terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena tak direstui untuk menjabat dalam tiga periode. Hal itu sebelumnya disampaikan oleh Politikus PDIP Adian Napitupulu. 

Ketua Badan Pemenangan Pilpres (Bapilpres) Projo Panel Barus mengklaim bahwa yang diungkapkan oleh Adian merupakan drama. Ia meminta agar publik diberikan informasi yang benar. 

Baca Juga :   PAN Masuk Koalisi, Eh Muncul Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, PKB: Silakan dengan Hormat

“Tuduhan itu drama, publik harus disuguhi informasi yang benar,” kata Kepala Badan Pemenangan Pemilihan Presiden (Bappilpres) DPP PROJO Panel Barus pada Jumat, 27 Oktober 2023.

Sebelumnya, Adian Napitupulu menyebutkan hubungan partainya dengan Jokowi memburuk setelah Megawati Soekarnoputri menolak untuk mendukung wacara presiden tiga periode.

Isu ini memang sempat dihembuskan oleh sejumlah orang dekat presiden seperti Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjatian hingga Ketua umum partai politik pendukung presiden seperti Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. 

Baca Juga :   PDIP Menilai Jabatan Gubernur Masih Dibutuhkan

Panel mengklaim kalau Presiden Jokowi tidak pernah menginginkan masa jabatannya diperpanjang. Panel mengatakan kalau presiden juga berkali-kali menyatakan dirinya taat kepada konstitusi yang menyebutkan masa jabatan presiden maksimal dua kali berturut-turut.

“Pernyataan serupa ditegaskan lagi oleh presiden dalam pidato pembukaan Rakernas V Projo pada Mei 2022 di Borobudur, Jateng,” kata dia. 

Baca Juga :   Seknas Jokowi Sudah Digoda Dukung Kandidat Capres 2024, Siapa Dia?

Projo, kata Panel, juga mengumumkan secara resmi menolak wacana perpanjangan masa jabatan Presiden dan penundaan Pemilu 2024 pada 28 Desember 2022. Dia menyatakan langkah tersebut tak lepas dari intruksi Jokowi yang ingin mengakhiri polemik di masyarakat.