AMPI Mengajak Masyarakat Awasi Seleksi PPS dan PKD di Kabupaten Sukabumi

oleh
Ketua DPD AMPI Kabupaten Sukabumi
Ketua DPD AMPI Kabupaten Sukabumi (doc. kataberita)

kataberita.id, Sukabumi – Terkait seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang sedang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), dan Pengawas Kelurahan/Desa yang akan dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilu dalam waktu dekat di Kabupaten Sukabumi, DPD AMPI Sukabumi mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi proses seleksi ini agar berjalan sesuai ketentuan, dan transparan.

Ketua DPD AMPI Sukabumi Nurmansyah mengungkapkan, pesta demokrasi tidak lepas dari partisipasi masyarakat. Untuk itu masyarakat harus berperan aktif mengawasi pelaksanaan pemilu serta kinerja penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya, termasuk proses seleksi PPS dan PKD, agar pelaksanaan pemilu mendatang lebih berkualitas.

Baca Juga :   Ini Kode Komisioner KPU Wahyu Setiawan Minta Rp 900 Juta Atur PAW: Siap Mainkan!

Dia mengharapakan proses seleksi ini melahirkan para Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan PKD yang professional dan memiliki integritas untuk mengawal supaya Pemilu berjalan dengan Jujur dan adil.

“Jika pemilu ingin berkualitas masyarakat harus mengawasi setiap tahapannya termasuk seleksi ini, Jangan sampai ada pihak-pihak memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari proses seleksi ini,” kata Nurman saat dihubungi kataberita.id, Selasa (10/01/2022).

Baca Juga :   Presiden Jokowi Lantik Anggota KPU dan Bawaslu Periode 2022-2027: Pemilu 2024 Akan Berjalan Sesuai Rencana

Nurman menyampaikan, bahwa PPS dan PKD adalah bagian dari penyelenggara pemilu yang akan menjadi wasit dalam pemilu nanti.

“Untuk itu kami mengajak semua elemen masyarakat di kabupaten Sukabumi untuk memantau dan mengawasi prosesnya,” lanjutnya.

Nurman mengapresisi para stake holder di KPUD dan BAWASLU yang sampai saat ini telah melaksanakan tahapan seleksi ini sesuai prosedur dan berusaha untuk tetap terbuka dan transparan terhadap berbagai informasi.

Baca Juga :   Ini Dia Bidadari Keturunan Tionghoa yang Hidup Sederhana di Desa Terpencil Sukabumi, Cantiknya Gak Ketulungan...

“Jika ada penyimpangan dalam prosesnya, masyarakat jangan takut untuk melaporkannya agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan dalam proses ini, yang akan mendegradasi kualitas pemilu tahun 2024 nanti.” tutupnya. (dick/icn/kataberita)