Peluang Erick Thohir Mendapat Dukungan Nyapres dari PKB Terbuka Sangat Lebar, Ini Alasannya

oleh
Anggota Kehormatan Banser Erick Thohir
Anggota Kehormatan Banser Erick Thohir (ist.)

kataberita.id — Kedekatan Erick Thohir dengan tokoh dan masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) belakangan ini terjalin sangat baik. Bahkan, orang nomor satu di BUMN itu mendapat gelar anggota kehormatan Banser, yang merupakan otonom kepemudaan milik NU.

Pengamat Politik Universitas Paramadina, Akhmad Khoirul Umam menilai keharmonisan hubungan Erick Thohir dengan NU memberi dampak elektoral. Menurutnya, hal tersebut membuat suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terdistribusi ke Erick Thohir.

Baca Juga :   Eko Kuntadhi Sentil Jaringan Nasional Mileanies: Mulai Deh Ngajak Allah Berpolitik...

“Dalam konteks ini apakah kemudian manuver yang dilakukan oleh Pak Erick Thohir di NU dan juga di PKB menggerus misalnya suara dukungan untuk Cak Imin itu. To same ekstend iya,” ujar Umam.

Umam mengatakan peluang untuk Erick Thohir mendapat dukungan dari PKB terbuka sangat lebar. Apalagi menurutnya NU adalah rumah besar dan bukan satu entitas tunggal.

Dukungan untuk Erick Thohir dari NU emakin mengalir deras. Terhangat, Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qouma (Gus Yaqut), memberikan sinyal dukungan Erick Thohir untuk maju pada Pilpres 2024.

Baca Juga :   Eng Ing Eng... Calon Presiden Boneka Akan Muncul di Pilpres 2024?

“Wasilahnya macam-macam dan perantaranya macam-macam. Salah satu perantaranya adalah bagaimana kita mampu mendudukkan kader terbaik kita menjadi pemimpin negeri yang kita cintai ini. Erick Thohir merupakan kader Ansor terbaik dan Ansor siap untuk mendukung Erick Thohir mencapai tujuannya,” kata Gus Yaqut, dalam Tasyakuran Harlah ke-88 GP Ansor.

Lebih lanjut, Gus Yaqut yang juga Menteri Agama Republik Indonesia, mengatakan Erick Thohir merupakan salah satu kader terbaik Ansor, dan tengah didorong oleh banyak pihak untuk maju di Pilpres 2024. Selaku pimpinan, Gus Yaqut menyatakan siap mendorong Ansor untuk mendukung Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini mencapai puncak pengabdian sebagai Presiden.