Puan Terjun ke Dunia Politik: Saya Tidak Memilih Jadi Cucunya Bung Karno, dan Anakanya Megawati…

oleh
Puan Maharani
Puan Maharani (ist via CNN Indonesia)

kataberita.id — Ketua DPR Puan Maharani mengungkapkan alasan dan cita-citanya terjun ke dunia politik. Puan menegaskan keikutsertaannya di politik bukan sekedar mengikuti jejak ibu maupun kakeknya.

“Cita-cita saya ingin menjadi bagian dalam membangun bangsa ini. Ingin jadi orang yang berperan walau sedikit saja untuk membuat bangsa ini lebih baik dari sebelumnya,” kata Puan dalam acara Sinau Bareng Cak Nun di Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Ahad (11/4/2022).

Baca Juga :   Pengamat Politik: PDIP Bisa Memicu Kerenggangan dan Perpecahan, Jika Megawati...

Namun Ketua DPP PDI-P itu juga menyadari banyak pihak yang menganggapnya remeh karena lahir dari keluarga Presiden pertama RI Soekarno dan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri. Puan menegaskan ia tak bisa memilih lahir dari latar belakang keluarga siapa pun.

“Saya tidak memilih jadi cucunya Bung Karno dan anaknya Megawati Soekarnoputri, tetapi memang lahirnya di situ,” kata Puan.  

Baca Juga :   Heboh! Gibran Akui Pasang Baliho Puan, Eh di Instagram Malah Posting Foto dengan Ganjar, Netizen: Kode Keras Nih...

Ia juga menegaskan bukan berarti karier politiknya menjadi mudah karena lahir dari keluarga sang proklamator. Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini mengklaim tidak ada karpet merah yang diberikan kepadanya.

“Semua manusia itu untuk mencapai cita-citanya itu pasti perlu perjuangan. Tidak mungkin ada yang instan, karpet merah tiba-tiba jadi, enggak ada. Semuanya itu perlu perjuangan,” kata Puan.

Baca Juga :   Prediksi Pengamat: Megawati Akan Memilih Ganjar Pranowo Maju Jadi Capres 2024 dari PDIP Dibandingkan Puan Maharani

Puan pun sampai saat ini mengaku masih terus berjuang bersama PDI-P untuk berkontribusi membawa Indonesia ke arah lebih baik. “Saya tidak pernah bicara jabatan, hanya semangatnya saya menjadikan Indonesia ini Merah Putih,” kata dia .

“Menjadikan Indonesia saling bergotong royong, saling mencintai tanpa ada perbedaan, tanpa sekat-sekat miskin dan kaya,” sambungnya.