SMAN 1 Cilaku Cianjur Diduga Lakukan Pungli ke Ribuan Siswa Jelang Ujian Semester

oleh -
SMA Negeri 1 Cilaku Cianjur
SMA Negeri 1 Cilaku Cianjur (doc. kataberita.id)

kataberita.id, Cianjur — SMA Negeri 1 Cilaku di Cianjur Jawa Barat diduga melakukan praktik Pungutan Liar atau Pungli ke ribuan peserta didik yang terdiri dari kelas X sampai kelas XII.

Berawal dari rapat orang tua siswa yang dihadiri pengurus komite sekolah, pihak SMAN 1 Cilaku menawarkan dan meminta sumbangan ke orang tua siswa dengan angka yang sudah ditentukan.

Setidaknya sejumlah orang tua siswa kelas X mengeluh dengan adanya permohonan pembayaran Uang Dana Bulanan (UDB) yang harus dibayarkan per bulannya Rp55.000,-, dikali 12 bulan, yaitu Rp660.000,- ditambah permintaan sumbangan untuk pembangunan yang sudah ditentukan angkanya sekitar Rp1.940.000,-. Jadi total sumbangan yang harus dibayarkan oleh siswa adalah Rp2.600.000,-.

“Sumbangan ko aneh pisan, sudah ditentukan harganya. Yang namanya sumbangan kan seikhlasnya. mau 500 ribu juga kan bisa, jadi gimana keikhlasan yang mau ngasih atuh.” keluh salah satu orang tua siswa kepada awak media, yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :   ASN Disdik Cianjur Bersenang-Senang di Pantai Pangandaran, HMI Cianjur: Pak Himam Cocok Jadi Kadis Pariwisata

Pihak sekolah dari karyawan tata usaha SMAN 1 Cilaku mengatakan bahwa sumbangan tersebut ada rinciannya, dan sudah dibahas juga pada rapat orang tua siswa.

“Ini sumbangan pendidikan, secara akumulasi totalnya untuk kelas X adalah Rp2.600.000,-, untuk setahun, dan bisa dicicil. Harusnya uang bulanan itu 200 ribu, karena ada subsidi dari BOS 145 ribu, jadi untuk uang bulanan cuma 55 ribu saja, nah sisanya yang dari 2,6 juta itu akan dimasukan ke sumbangan pembangunan sekolah,” terang pegawai tata usaha di SMAN 1 Cilaku Cianjur, Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga :   Cianjur Foundation Gelar Kegiatan Pemuda Mengunjungi Desa

Diketahui untuk biaya sekolah jenjang SMA negeri maupun swasta di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah digratiskan bahkan SMA atau SMK kini sudah bisa mendapatkan Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang sudah ditetapkan total bantuannya.

Dikutip kataberita.id dari kompas.com, bahwa Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi memastikan iuran bulanan peserta didik atau SPP untuk siswa tingkat SMA, SMK dan SLB negeri digratiskan mulai semester II pendidikan pada Januari 2021 mendatang.

Selain itu, subsidi iuran bulanan juga berlaku untuk siswa SMA sederajat di sekolah swasta. Dedi menjelaskan, total dana yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai Rp 2,2 triliun. Rinciannya, Rp 1,8 triliun untuk sekolah negeri dan Rp 800 miliar untuk sekolah swasta.

Baca Juga :   Mabes Polri Bersama KAHMI dan Ponpes Al-Ittihad di Cianjur, Gelar Vaksinasi untuk Santri

Orang tus siswa SMAN 1 Cilaku mengaku, sangat kecewa dengan kebijakan sekolah yang tidak bisa mengelola dana dari Pemprov untuk operasional sekolah, sehingga siswa tetap harus dibebani SPP dan pungutan sumbangan untuk pembangunan.

“Sekolah itu kan guru-gurunya pintar-pintar, apalagi kepala sekolahnya. ko bisa-bisanya tidak pandai mengelola sekolah, ko tidak bisa menggratiskan SPP, kan dapet BOS. Terus ini minta-minta sumbangan juga lagig, buat pembangunan. ditentukan lagi angkanya. Bilang aja iuran. bukan sumbangan. kan biar jelas,” tutup orang tua siswa kepada kataberita.id (kataberita/icn)