Firman Soebagyo: Uang Rakyat Kecil untuk Jemaah Haji Harus Dilindungi, Bukan Disita, Ini Kan Bukan Korupsi…

oleh -
Firman Soebagyo
tangkapan layar anggota Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo (youtube/DPR RI)

kataberita.id, Jakarta — Firman Soebagyo dalam Rapat Panja RUU Cipta Kerja, menilai khususnya pasal 75, bahwa uang jemaah haji atau umroh dari rakyat kecil harus dilindungi.

“Belum adanya satu reformasi dalam satu regulasi, perlindungan jemaah, contohnya banyak kegagalan-kegagalan dalam penyelenggaraan umroh, apa yang terjadi? masyarakat selalu jadi korban,” ujar anggota Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo.

Baca Juga :   Pimpinan Sidang Paripurna UU Ciptaker Azis Syamsuddin, Akui Belum Baca Detail UU Cipta Kerja

Firman mengatakan Persoalan calon jemaah haji atau umroh yang gagal terbang, harus diberi keadilan, terlebih para jemaah tersebut adalah masyarakat yang berasal dari masyarakat kecil, seperti penjual sayur, pedang kaki lima, petani, dan lainnya.

“Tetapi yang betul-betul masyarakat, yang jualan sayur, kemudian pedagang kaki lima, pengumpul sampah, petani, ini kan uang yang betul-betul hasil dari keringatnya meraka. Tetapi ketika ada kegagalan dalam keberangkatan, peradilan maka asetnya disita, diserahkan ke negara, ini kan bukan korupsi,” jelasnya, dikutip kataberita.id dari video tiktok @firman_soebagyo, Sabtu (5/12/2021).

Baca Juga :   Pemerintah Enggan Beri Solusi, Wakil Ketua MPR: UU Ciptaker Semakin Ditolak Masyarakat Luas

Selain itu, politisi Partai Golkar tersebut menilai, jika ada kegagalan dalam pemberangkatan, harusnya uang Jemaah dikembalikan kepada pemiliknya.

“Uang itu kembali kepada pemiliknya, bukan kepada negara. Jangan uang rakyat, diserakan ke negara. Ini rakyatnya rakyat kecil. Rakyat miskin. Nah ini yang harus dilindungi.” ujarnya. (kataberita/icn)