Keluarga Jenderal TNI Maki Ibu dari Anggota DPR, Pengamat: Dia Merasa Lebih Tinggi Buat Menakuti orang

oleh -
Tangkapan layar cekcok anggota DPR dengan anggota keluarga dari seorang jenderal TNI
Tangkapan layar cekcok anggota DPR dengan anggota keluarga dari seorang jenderal TNI

kataberita.id — Kasus cekcok antara anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan dan seorang wanita yang mengaku anak jenderal TNI bintang tiga di Bandara Soekarno Hatta viral dan menjadi sorotan publik.

Pasalnya, fenomena seperti ini sangat kerap terjadi, di mana seseorang atau bahkan hanya sebatas anggota keluarga yang memiliki jabatan terutama di instansi pemerintah, menjadikan kedudukannya tersebut untuk menunjukkan superior saat berkonflik dengan orang lain.

Dalam kasus ini, Arteria Dahlan yang diketahui seorang anggota DPR, sementara wanita yang cekcok dengan dirinya mengaku anak jenderal bintang tiga. Namun belakangan diketahui wanita tersebut bukan anak jenderal melainkan istri seorang perwira TNI berpangkat Brigjen.

Baca Juga :   Lem Aibon Viral, Produknya Makin Terkenal

Terlepas dari itu, keduanya sama-sama saling menunjukkan kedudukannya.

Dilansir dari Kompas.com, Sosiolog dari Universitas Indonesia Paulus Wirutomo menilai, orang yang mempunyai kedudukan memang kerap memiliki kecenderungan untuk menunjukkan superioritasnya saat berkonflik dengan orang lain.

“Dia merasa kedudukan sosialnya lebih tinggi buat menakuti orang, buat menekan orang yang lawan dia, siapa pun lawannya, ditekan dengan modal itu. Aku anaknya ini, dan lain-lain,” kata Paulus, 

Cara menyelesaikan konflik seperti itu, kata dia, memang cenderung dilakukan oleh orang yang memiliki kedudukan. “Kalau orang biasa marah-marah juga, bisa saja, tapi tidak ada sesuatu yang bisa ditonjolkan,” kata Paulus.

Baca Juga :   Viral Video Anak Niat Penjarakan Ibunya Sendiri, Tapi Polisi Ini Malah Begini

Kebetulan, konflik yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta itu sama-sama melibatkan orang yang punya kedudukan.

“Yang marah menjual modalnya (sebagai istri jenderal). Kebetulan yang diteriaki, anaknya punya jabatan juga. Jadi merasa tersinggung, saya modalnya gini, kok ada yang berani,” ucap Paulus.

Paulus pun berharap kejadian yang melibatkan ibu Arteria Dahlan dan perempuan itu bisa menjadi pembelajaran bagi kedua belah pihak maupun bagi masyarakat.

“Orang mau menonjolkan superioritas dia di depan umum ya itu. Harus ingat, di atas langit masih ada langit,” ucapnya.

Baca Juga :   Anjuran Dukun: Tukang Bakso Cuanki Ludahi Mangkuk Pembeli sebagai Penglaris, Akhirnnya jadi Sengsara Sendiri

Sementara, Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie juga menilai sikap superioritas yang ditunjukkan oleh si wanita bisa jadi muncul akibat ia terbiasa menyalahgunakan fasilitas TNI milik suaminya.

Ini terlihat saat wanita itu terekam video dijemput dengan mobil dinas TNI. Padahal, sesuai aturan, harusnya mobil dinas hanya digunakan oleh personel TNI untuk kebutuhan dinas.

“Setahu saya keluarga TNI itu tidak mudah pakai mobil dinas suami kecuali ada kaitan dengan dinas. Jadi jelas dia itu enggak mungkin boleh pakai,” katanya.