Membandingkan UMP DKI Jakarta-Jateng, Rektor Pembela Anies Diserang Netizen: Kelihatan Bodoh!

oleh -
Anies Baswedan
Anies Baswedan

kataberita.id — Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Prof Musni Umar, mendapat kritikan keras dari pengguna media sosial terkait unggahannya yang membandingkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dalam akun Twitternya, Musni yang diketahui kerap membela setiap kebijakan Anies membandingkan keputusan Gubernur Anies dan Ganjar Pranowo yang sama sama menaikan upah minimum provinsi (UMP) antara DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

“Alhamdulillah Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta telah ditetapkan Gubernur Anies sebesar Rp 4,45 juta perbulan/Rp 148,333/hari. Sementara UMP Provinsi Jawa telah ditetapkan Gubernur Ganjar sebesar Rp 1,8 juta perbulan/Rp 60.000/hari,” cuitnya, seperti dilihat, Senin (22/11/2021).

Baca Juga :   KPK AKhirnya Periksa Eks Anak Buah Gubernur Anies, Soal Pengadaan Lahan Pemprov DKI di Munjul

Kontan saja pernyatan Musni langsung diserbu sejumlah pengguna Twitter, kebanyakan dari mereka merasa perbandingan itu tak sesuai lantaran kebutuhan hidup di Jakarta jelas berbeda dengan Jawa Tengah.

“Woy, payah amat ambil perbandingan, hidup di Jateng nasi ponggol aja masih dapat 5ribu/ bungkus, apa di Jakarta masih ada? Biaya kontrakan di Jateng dan Jakarta berapa? Jangan keterlaluanlah membandingkan seperti ini,” tulis akun @kangthole81.Ngomong Itu….

Baca Juga :   Mantap Betul Anies, Siapapun yang Tinggal di Jakarta Bisa Dapat Ini...

“Pak Musni. Haduh Pak, biaya hidup di Jakarta dan Jateng jauh beda Pak. Lumrah to yaa, piye tho Pak Mus, Pak Mus. Maksude arep bandingke, tapi ketok gobloke (wajar, bagaimana si Pak Mus, maksudnya mau membandingkan tapi kelihatan bodoh),” tulis warganet Hisyam Aulia.

Beberapa warganet lain berpandangan, peningkatan UMP DKI Jakarta angkanya masih terlalu kecil, yakni tidak lebih dari 1 persen dari tahun lalu.

Baca Juga :   Gubernur Anies Berduka, Banjir di Jakarta Menelan Korban Anak-anak

“Anda seorang akademisi, saya bukan apa-apa atau saya atau ente oneng naik itu enggak sampai 1%, tepatnya 0.85%. Begini citra seorang akedemisi ya. Boleh ketawa kagak Pak Musni Umar?” tulis akun @yudha11_NKRI.

Merujuk penetapan upah minimum provinsi, pemerintah pusat menetapkan kenaikan UMP tahun 2022 hanya 1,09%.

Penetapan ini mengacu pada Undang-Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja, yang diturunkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) 36/2021 tentang Pengupahan.