Anies Lebih Baik dari Jokowi karena Punya Gelar PhD, Netizen: Percuma Kalau PHP

oleh -
Jakarta Governor Anies Baswedan shows a chart during an interview at his office amid the coronavirus disease (COVID-19) outbreak in Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan grafik saat wawancara di kantornya di tengah wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Jakarta, Indonesia, 17 September 2020. Gambar diambil 17 September 2020. (REUTERS/Yuddy Cahya Budiman)

kataberita.id — Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut pakar hukum tata negara Refly Harun telah bikin malu, lantaran, memandang prestasi seseorang dilihat dari gelarnya saja.

Ferdinand membantah capaian pimpinan itu tak bisa dilihat dari gelar akademis yang berderet.

“Apakah Anies juga lebih baik dari Nabi-Nabi jaman dulu yang tak sekolah dan tak punya gelar?,” tanya Ferdinand di akun Twitternya, @FerdinandHaean3.

Baca Juga :   Janji Manis Anies Berbuntut Kasus Korupsi, Rumah DP Nol Rupiah Banyak Masalah

Mantan pengamat energi itu menyebut pernyataan Refly hanya bikin malu saja, karena prestasi seseorang harus dilihat dari buah kinerjanya.

“Menilai prestasi koq dari gelar, bikin malu aja ini orang. Prestasi dan kehebatan seseorang itu dinilai dari buah kinerjanya, bkn gelarnya,” tambahnya.

Serangan Ferdinand ke Refly buntut dari petikan video yang menyebut bahwa “Anies lebih baik dari Jokowi karena ia meraih gelar Ph.D atau doktor dari Ohio University.

Baca Juga :   Fraksi Golkar Dukung Gubernur Anies Melepas Saham Miras DKI di PT Delta Djakarta

Menanggapi hal itu, seorang netizen menyebut gelar PhD tak artinya jika cuma jadi pemimpin yang memberi impian palsu atau pemberi harapan palsu (PHP).

“Mau dari pluto sekalipun gelarnya, tapi tukang mark up, tukang PHP, mending kantongin aja, gak ada gunanya. Mana program yg benar2 menyentuh rakyat bawah??,” (sumber/kataberita)