Wow! Iriana Jokowi dan Yenny Wahid Masuk Survei Capres 2024

oleh -
Kolase Iriana Jokowi dan Yenny Wahid
Kolase Iriana Jokowi dan Yenny Wahid (ist.)

kataberita.id — Indonesia memiliki sejarah pernah dipimpin oleh Presiden dari perempuan. Ia adalah Megawati Soekrnoputri yang menjadi Presiden Wanita satu-satunya. 

Maka bukan hal yang tidak mungkin, Negara Kesatuan Republik Indonesia bakal dipimpin oleh wanita lagi. Beberapa tokoh perempuan pun digadang-gadang memiliki potensi menjadi Presiden. 

Tokoh perempuan Nahdlatul Ulama (NU) Yenny Wahid menjadi salah seorang figur dari sembilan tokoh perempuan berpotensi maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.

Hal itu terungkap dalam hasil survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) di mana sembilan nama tokoh perempuan yang layak maju sebagai capres yang dikutip di Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga :   Sandiaga Uno Didorong Jadi Capres 2024? Relawan: Biar Pendapatan Rumah Tangga Kembali Normal...

Hasil survei itu memunculkan dua tokoh perempuan, yakni Yenny Wahid dan Istri Presiden Jokowi, Iriana Jokowi. Baik Yenny Wahid dan Iriana Jokowi, keduanya bukan pejabat maupun mantan pejabat.

Yenny Wahid yang dalam survei tersebut mempunyai elektabilitas 3,14 persen mampu mengungguli tokoh perempuan lain yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (1,32 persen).

Elektabilitas putri Presiden ke-4 RI itu hanya kalah dengan para tokoh perempuan yang kini masih menjabat maupun yang pernah menjabat, seperti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Baca Juga :   JK Akan Memuluskan Jalan Anies Jadi Capres 2024, Akan Mencarikan Partai dan Cawapres?

Alumnus Islamic College for Advanced Studies (ICAS) Universitas Paramadina Jakarta Muhammad Natsir MA mengatakan perolehan elektabilitas 3,14 persen Yenny Wahid itu merupakan fenomena menarik. Apalagi, mengingat ia sama sekali tak memiliki panggung formal sebagai pejabat publik.

“Beberapa menteri dan kepala daerah memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas tinggi, salah satunya karena dukungan publisitas tinggi sebagai pejabat apalagi selama pandemi,” ujar Magister Studi Filsafat Islam itu.

Baca Juga :   Sandiaga Uno Didukung Sukarelawan dari Jogja: Tak Memengaruhi Elektabilitas untuk 2024

Menurut Natsir, Yenny sebagaimana ayahnya adalah penganjur toleransi dan penghormatan atas pluralitas warga dalam merawat Indonesia.

Survei ARSC tersebut melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Dengan 60 persen berusia muda di bawah 30 tahun dan usia minimal 17 tahun, survei menggunakan metode multistage random sampling dan dilakukan melalui sambungan telepon. Adapun margin error plus minus 2,9 persen.