Ade Armando Menilai Banyak Mualaf yang Menyebarkan Cerita Bohong…

oleh -
Ade Armando
Dosen Universitas Indonesia Ade Armando (ist. via republika)

Meski sempat mengaku menjadi mantan pendeta dan pendiri plus mantan Rektor Universitas Kristen Papua, tetapi Ade Armando tidak percaya begitu saja kepada Yahya Waloni.

“Belakangan ketahuan dia bohong karena adanya bantahan dari Universitas Kristen Papua sendiri,” paparnya.

“Jadi cerita-cerita mualaf pembohong ini berulangkali ditemukan. Kenapa mereka melakukannya? Tentu bisa ada banyak alasan. Dalam kasus Chyntia dia mungkin sekali berusaha mencari perlindungan.

“Kalau benar dia terjerat kasus penipuan, mungkin sekali dia berharap dengan mengaku sebagai mualaf, dia akan memperoleh dukungan dari umat Islam.

Baca Juga :   HMI Cabang Cianjur Bentuk Lembaga Bantuan Hukum

Dengan dukungan itu dia mungkin berharap melepaskan diri dari pengejaran mereka yang tertipu,” ucapnya lebih lanjut.

Sementara itu, sebelumnya Ade Armando mengaku sudah banyak diserang oleh tokoh pemuka agama usai pernyataannya tentang tak percaya syariat Islam beberapa waktu yang lalu.

Akademikus itu menilai bahwa tokoh-tokoh yang menyerang dirinya sebagai orang yang tidak mau membuka diri pada sebuah perbedaan.

Padahal, Ade Armando sama sekali tidak pernah menganggap pendapatnya merupakan yang paling benar.

Baca Juga :   Acara Pindah Agama Sukmawati di Bali Tak Mengedarkan Surat Undangan, Ini Alasannya...

Dia tidak pernah melarang orang lain menyanggah pendapat yang ia sampaikan, hanya saja Ade Armando tampak kaget saat melihat pemuka agama menyerangnya dengan penuh kemarahan tanpa adanya logika.

Hal tersebut disampaikannya langsung dalam sebuah konten video berjudul “SHAMSI ALI, FELIX SIAUW, MENGEROYOK SAYA SOAL SYARIAH I Logika Ade Armando” yang diunggah kanal YouTube CokroTV pada Senin (1/11/2021).

“Bukannya membantah dengan argumen, mereka malah kalap mata dan meracau,” kata Ade Armando.

Tokoh pertama yang dianggap telah menyerangnya yakni seorang imam di Islamic Center of New York dan direktur Jamaica Muslim Center bernama Muhammad Syamsi Ali.

Baca Juga :   dr Tirta Jadi Mualaf karena Dengar Suara Azan 7 Hari Berturut-turut dan Bermimpi ini

Ade Armando menyebut seharusnya orang sekelas Syamsi Ali bisa berpikir secara cerdas dan pintar. Karena sudah lama tinggal di New York.

“Tapi tweet berisi komentar saya terhadap saya sungguh menyedihkan, dia menghardik saya dan mengatakan gunakan otak kalau bicara,” ucap Ade Armando.

“Dia bilang, kalau saya menolak syariat, maka saya mengingkari Islam,” tambahnya. (poskota/kataberita)