Viral Bupati Banyumas Bilang ‘Takut Kena OTT’ KPK Angkat Bicara…

oleh -
Ilustrasi Gedung KPK
Ilustrasi Gedung KPK (ist.)

kataberita.id — KPK angkat bicara terkait viralnya pernyataan Bupati Banyumas Achmad Husein yang tersebar di media sosial terkait penanganan operasi tangkap tangan (OTT).

Melalui Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding menyebut selama kepala daerah fokus menjalankan tugas untuk mensejahterakan warga dan menjalani ketentuan sesuai hukum. Tentu, tak perlu khawatir ditangkap dalam OTT KPK.

Baca Juga :   Viral Video Bikin Merinding, Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 Diisi Nyanyian 'Sampai Jumpa' Endank Soekamti

“Selama kepala daerah menjalankan pemerintahannya dengan memegang teguh integritas, mengedepankan prinsip-prinsip good governance, dan tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku, tidak perlu ragu berinovasi atau takut dengan OTT,” kata Ipi melalui keteranga tertulisnya, Senin (15/11/2021).

Maka itu, KPK terus mendorong komitmen kepala daerah dan seluruh jajaran OPD untuk memenuhi indikator dan subindikator MCP (Monitoring Center for Prevention) sebagai upaya pencegahan korupsi di daerah.

Baca Juga :   Ngabalin ke Busyro Muqoddas: Otak-Otak Sungsang Tidak Cocok jadi Pimpinan Muhammadiyah

Hal itu sebagai bentuk komitmen kepala daerah terhindar dari potensi korupsi.

“Keberhasilan upaya pencegahan korupsi sangat bergantung pada komitmen dan keseriusan kepala daerah beserta jajarannya untuk secara konsisten menerapkan rencana aksi yang telah disusun,” ujar Ipi

Bila langkah tersebut dijalankan oleh kepala negara. Tentu, sistem pencegahan korupsi akan terbangun disetiap pemerintahan.

Baca Juga :   Usai Geledah Rumah Politikus PDIP, Penyidik KPK Bawa Koper

“Jika langkah-langkah pencegahan tersebut dilakukan, maka akan terbangun sistem yang baik yang tidak ramah terhadap korupsi,” imbuhnya

Pernyataan Viral Bupati Banyumas

Pernyataan Bupati Banyumas, Achmad Husein terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi viral setelah videonya tersebar di media sosial.