BEM SI Desak Minta Jokowi Mengundurkan Diri, Refly Harun: Saya Katakan Boleh

oleh -
Ilustrasi Aksi BEM SI
Ilustrasi Aksi BEM SI (ist.)

kataberita.id — Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun ikut buka suara terkait aksi besar-besaran massa gabungan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Hal tersebut diungkapkan pengamat sosial dan politik itu melalui video yang tayang di kanal YouTube Refly Harun.

Sebelumnya, massa gabungan alinsi BEM SI menggelar aksi demo, Kamis, 21 Oktober 2021.

Baca Juga :   Jokowi Utus Menhan Prabowo, Menteri BUMN Erick dan Menteri PUPR Basuki, Ada Apa?

Teriakan meminta Jokowi mundur dari jabatannya pun menggema saat unjuk rasa digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Suara lantang mahasiswa ini dikarenakan, pada masa dua tahun periode kedua Jokowi yang dinilai tak lagi berpihak pada kepentingan rakyat.

Merespons hal itu, Refly Harun membeberkan, bahwa tidak ada yang salah dengan desakan yang disuarakan BEM SI.

Baca Juga :   Seorang Ustad Sebut Jokowi Sebagai Iblis Berwujud Manusia, Habib Husin: Hati-Hati Orang Bodoh...

“Bolehkah menyampaikan aspirasi seperti ini? Saya katakan boleh,” jelas Refly Harun dikutip GenPI.co, Kamis 21 Oktober 2021.

Menurut Refly Harun, bahwa pergantian presiden adalah sah dan sudah diatur di dalam konstitusi UUD 1945.

Tepatnya, dibagi pada dua jenis pergantian melalui pemilu dan pergantian di luar pemilu.

“Kalau pergantian di dalam Pemilu itu pasal 7 UUD 1945 itu dilakukan sekali dalam lima tahun, kalau Pemilu normal,” jelasnya.

Baca Juga :   Wow! Dukungan Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024 Kian Mengalir Deras

Sementara itu, Refly Harun menjelaskan untuk pergantian di luar pemilu ada dua kategori, yakni diberhentikan atau berhenti dengan proses yang berbeda pula.