Serangan Demokrat Kubu AHY ke Yusril Adalah Gambaran Sedang Kepanikan Sehingga Membabi Buta

oleh -
AHY
Agus Harimurti Yudhoyono (ist,)

kataberita.id, Jakarta — Politisi Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kerap menyerang Yusril Ihza Mahendra selaku pengacara empat kader Demokrat lantaran mengajukan permohonan uji materi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

Juru Bicara Garda Demokrasi atau Gardem 98, Arief Mirdjaja, mengatakan bahwa serangan yang dilontarkan kubu AHY kepada Yusril adalah gambaran sedang kepanikan sehingga membabi buta. Padahal, apa yang dilakukan Yusril merupakan langkah hukum.

Baca Juga :   Annisa Pohan Diserang di Twitter, Beredar Poster Pelakor Disandingkan dengan Nissa Sabyan

“Serangan-serangan terhadap Prof Yusril gambaran kubu AHY sedang panik. Gugatan judicial review adalah sebuah terobosan hukum yang merupakan bagian dari muruah reformasi karena itu akan menjadi yurisprudensi dan sejarah demokrasi bagi bangsa ini,” kata Arief melalui keterangannya pada Selasa, 12 Oktober 2021.

Menurut dia, partai politik sebagai lembaga publik tidak bisa dijalankan lewat prinsip yang menyalahi demokrasi, ketentuan-ketentuan substansial partai tidak bisa dibuat sekehendak hati. “Jangan sampai ada kepemilikan dalam parpol,” ujar aktivis 98 ini.

Baca Juga :   Kisruh Dua Kubu Demokrat, Direktur IPR: Demokrasi Dibajak dan Diperkosa oleh Oknum yang Punya Kuasa

Ia menjelaskan, keputusan substansial partai politik tidak bisa dibuat diluar mekanisme; sangat jelas ada dugaan pelanggaran Undang-undang dalam keputusan yang dilakukan Demokrat kubu AHY.

“Parpol seperti dimasukkan ke dalam ranah private. Dalam perusahaan saja ada RUPS, ini pelanggarannya lebih parah lagi, belum lagi sempat nama partai didaftarkan atas nama pribadi. Ini jelas lebih parah dari Hitler,” jelas dia.