Mantan Anjing Penjaga SBY Tanggapi Tudingan Anak Buah AHY ke Moeldoko: Sudahlah, Banyak Bacot…

oleh -
Ruhut Sitompul
Politikus PDIP Ruhut Sitompul (ist. via JPNN)

kataberita.id — Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul menanggapi berbagai tudingan yang dilontarkan anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Partai Demokrat kubu KSP Moeldoko.

Seperti pernyataan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, yang menyinggung Moeldoko.

Herzaky mengungkapkan saat Moeldoko masih menjadi perwira aktif, mantan panglima TNI itu mendatangi kediaman SBY di Cikeas pada Mei 2015.

Moeldoko mendatangi SBY sebelum berangkat menuju kongres Partai Demokrat di Surabaya.

Baca Juga :   Gede Pasek: yang Ditunggu Kubu Moeldoko adalah Muntahan Pernyataan dan Data Tentang Gurita Korupsi...

Saat itu, Moeldoko disebut meminta SBY apabila terpilih menjadi ketua umum agar mengangkat Marzuki Alie sebagai sekjen.

Selain itu, Herzaky juga mengungkapkan bahwa Moeldoko sempat meminta jabatan tinggi di Partai Demokrat kepada SBY.

Cerita-cerita itu disampaikan Herzaky dalam konferensi pers bertajuk ‘Demokrat berkoalisi dengan Rakyat VS Moeldoko berkoalisi dengan Yusril’, di DPP Demokrat, Jakarta, Minggu (3/10).

Baca Juga :   Partai Demokrat Dituding Biayai BEM UI? Jansen Sitindaon: Hentikan Cara-Cara Politik Kotor...

Segala tudingan itu pun dibantah Ruhut yang pernah menjadi kader Partai Demokrat.

“Orang-orang yang banyak omong ini waktu saya sama Pak SBY enggak pernah saya lihat hidungnya. Belum pernah saya lihat di Demokrat sekalipun. Kok, paling banyak bacotnya,” kata Ruhut, dikutip kataberita.id dari JPNN.com, Senin (4/10).

“Apakah karena dia dekat dengan AHY? AHY, kan, tentara pada waktu itu. Apa dia tahu itu semua? Ada aturan, ada protap mana bisa,” sambungnya.

Baca Juga :   Setelah KLB Partai Demokrat Deli Serdang Selesai, Kini Nasib Moeldoko Ada di Tangan Presiden

Ruhut yang merasa pernah dekat dengan SBY mengaku tidak pernah mendengar kisah sebagaimana tudingan Herzaky tersebut.

“Sudahlah kalau sudah di ranah hukum hormati. Jangan sekali-sekali pengaruhi hukum dan pengadilan itu. Makin banyak bacot, makin kelihatan mereka di posisi yang lemah, kan, itu saja,” ujar Ruhut. (jpnn/kataberita)