Heboh Banget! Yusril Pernah Menawarkan Tarif Rp100 Miliar, Partai Demokrat Punya Buktinya?

oleh -
AHY
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), (ist.)

kataberita.id — Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan, Yusril Ihza Mahendra pernah menawarkan diri menjadi pengacara pihaknya dengan tarif Rp100 miliar.

Herzaky Mahendra Putra mengaku, penawaran tersebut dapat dibuktikan dengan tulisan tangan Yusril Ihza Mahendra yang kini dimiliki pihaknya.

Hal itu diungkapkan Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan pers Partai Demokrat yang disiarkan langsung pada Minggu, 3 Oktober 2021 kemarin.

Baca Juga :   Isu Penambahan Masa Jabatan Muncul Lagi, Wakil Ketua MPR: Partai Demokrat Menolak Jabatan Presiden 3 Periode

“Benar, Rp100 miliar. Ada buktinya, ada tulisan tangannya,” kata Herzaky Mahendra Putra, dikutip kataberita.id dari kanal YouTube Partai Demokrat pada Senin, 4 Oktober 2021.

Herzaky mengatakan, Partai Demokrat menolak halus tawaran tersebut karena menurutnya tarif Rp100 miliar yang ditawarkan Yusril Ihza Mahendra melampaui batas kepantasan.

“Kami tentu saja menolak halus karena melampaui batas kepantasan seakan-akan hukum itu bisa diperjual-belikan,” ujarnya.

Baca Juga :   Indonesia Resmi Resesi, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Harus Perbaiki Ekonomi Tanpa Mengorbankan Rakyat

Padahal menurutnya, Partai Demokrat ketika itu berada sebagai pihak yang benar.

Herzaky menjelaskan, seminggu setelah menolak tawaran Yusril Ihza Mahendra, pihaknya memang benar-benar menang.

Pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menolak Partai Demokrat versi KLB yang dipimpin Moeldoko.

Herzaky menuturkan, kini pihaknya bahkan tidak bisa membayangkan berapa tarif yang dibayarkan Moeldoko kepada Yusril Ihza Mahendra.

Baca Juga :   Pendiri Partai Demokrat Max Sopacua Meninggal Dunia

“Kami tidak bisa membayangkan berapa KSP Moeldoko harus membayar Yusril pada posisi KSP Moeldoko yang salah dan kalah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Herzaky juga mengungkapkan bahwa kubu Moeldoko kini terpecah belah setelah pertemuan rahasia yang disebut-sebut diadakan di kawasan Ampera, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.