Satupena: Baca Puisi Berpotensi untuk Memajukan Industri Kreatif di Indonesia

oleh
Trophi Satupena
Trophi Satupena 2021 (tangkapan layar; youtube/satupena)

kataberita.id, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari kemerdekaan RI ke-76, Komunitas Satupena (Persatuan Penulis Inonesia) mengadakan sebuah kegiatan bertajuk ‘Parade Baca Puisi Satupena untuk Indonesia 76”, secara virtual (17/8/2021).

Kegiatan bernuansa budaya ini merupakan embrio untuk memetakan bakat/talent penulis untuk mengekspresikan karya literasi dengan genre khusus, sebagai penampil melalui ruang virtual. Peserta dari pelbagai daerah membacakan puisi karya sendiri atau karya sahabat Satupena. Kegiatan yang edukatif dan apresiatif ini berpotensi sebagai suatu model apresiasi masa kini yang lekat dengan media sosial dalam masa phisical distancing.

Adapun yang bertindak sebagai dewan juri pada event tersebut diantaranya adalah Sihar Ramses Simatupang, Putu Arcana, Febby Indriani, Warih wisatsana, dan Yuke Ardhiati. Nama-nama dewan juri tersebut merupakan penulis yang sudah teruji kapasitasnya di bidang sastra.

Baca Juga :   Cerpen : Seperti Cinta, Dendam Harus Dibalas

Tokoh tokoh sastra atau penyair seperti Debra Yatim, Isbedy, Hikmat Darmawan, Dyah Merta, dan yang lainnya, turutserta membawakan puisi pilihan mereka dengan penuh penghayatan.

Kegiatan ini direspon positif oleh para penulis lainnya, yakni Abidah El Khalieqy. Ia merupakan salah satu penampil terbaik di parade Baca Puisi Satupena. Seorang bibi dari Cak Nur atau Emha Ainun Najib, yang juga penulis buku Perempuan Berkalung Sorban, Kartini, Nirzona, Mataraisa serta beberapa novel lainnya yang telah dialihwahanakan ke dalam film layar lebar.

Ia berharap Satupena benar benar harus menjadi wadah perjuangan para penulis, untuk bangkit membela kepentingan para penulis, kesejahteraan para penulis, dari semua tekanan luar yang kurang berpihak.

Baca Juga :   Revolusi Industri 4.0 dan Komunal Sastra di Era Milenial

Selain itu kegiatan tersebut pun ahirnya melahirkan para pemenang dalam kontestasi parade baca puisi. Program interaktif untuk memilih penampil favorit dilakukan melalui voting via googleform. Terpilih penampil Dyah Merta,  Debra Yatim, Isbedy Stiawan,

Acara baca puisi ini, menurut penggiat puisi, Sihar Ramses Simanjuntak dan Yuke Ardhiati, bukan sekadar memeriahkan berdirinya Republik Indonesia ke-76, akan tetapi juga membawa misi sebagai jembatan melaksanakan amanah Undang-undang Dasar 1945. “Upaya pemajuan kebudayaan melalui sisi literasi,“ kata Sihar Ramses

“Jika digali dan digarap lebih apik, kegiatan baca puisi ini berpotensi memajukan industri kreatif,“ kata Yuke Ardhiati yang dikenal pula sebagai arsitek dan pengajar di Universitas Pancasila.

Baca Juga :   Cerpen : Negeri Tanpa Senyum

Kegiatan budaya ini didukung pula oleh tim artistik pembuatan video dan animasi yakni Evelyn, Rafli Alfiano, dan Chandra Arfiansyah

Selain Sri Rahayu sebagai penampil favorit pilihan dewan juri, terdapat pula penampil favorit pilihan pemirsa yakni Debra Yatim, Dyah Merta, dan Isbedy Stiawan. Dewan juri baca puisi adalah Feby Indirani, Putu Fajar Arcana, Sihar R Simatupang, Warih Wisatsana, dan Yuke Ardhiati.

Juara enam (6) Besar Merdeka Berpuisi Satu Pena adalah Abidah El Khaliqi, Ari Ambarwati, Debra Yatim, Dyah Merta, Hikmat Darmawan, dan Isbedy Stiawan ZS.

“Selamat kepada 6 penampil terbaik dan penampil Favorit yang terpilih,” tutup panitia penyenggara kegiatan kepada kataberita.id.

(kataberita/icn)