Heboh Mural Kritik Jokowi, Netizen Malah Bandingkan dengan Mural Donald Trump Menyerupai Hewan…

oleh -
Mural Jokowi
Mural Jokowi (istimewa)

kataberita.id — Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah sependapat, pihaknya meminta agar pemerintah tidak perlu berlebihan. Sebab, satiran lewat mural bukanlah tindakan kriminal yang berbahaya.

“Merespons secara represif pada konten mural rasanya berlebihan, kritik sosial melalui seni mural bukan hal baru, dan selama ini tidak menjadi persoalan,” kata Dedi.

Baca Juga :   Jokowi Sambut Baik, Giring Ganesha Akan Maju Mencalonkan Diri jadi Presiden di Pilpres 2024

Menurutnya, baik presiden maupun bawahannya harus lebih bijaksana dalam menghadapi kritikan dari masyarakat.

“Presiden Jokowi saya kira perlu lebih bijaksana dalam merespons kritik, meskipun mungkin Jokowi tidak tahu-menahu. Setidaknya ia dapat perintahkan kepolisian untuk tidak terlalu sensitif, terutama pada soal remeh semacam itu,” katanya.

Dedi menambahkan, terlalu klasik jika menilai adanya mural kritikan terhadap Presiden Joko Widodo dianggap sebagai sebuah kebebasan berpendapat.

Baca Juga :   Untuk Pelanggan PLN, Berikut Cara Ambil Token Listrik Gratis dari Jokowi

“Berpendapat itu sudah hak dasar yang seharusnya tidak diganggu selama kita masih menganut sistem politik demokrasi,” imbuhnya.

Sementara itu netizen memberikan beberapa reaksi beredarnya mural itu, seperti diungkapkan oleh Gus Umar yang mengungah foto Donald Trump saat masih menjadi Presiden Amerika Serikat yang pernah jadi korban digambar mural menyerupai anjing.

Baca Juga :   Jokowi Dinilai Salah Gunakan Fasilitas Negara, Pencalonan Gibran Dibahas di Istana

“Mural Trump Gak pernah tuh pelukisnya dicari2 dan Gak ada tuh buzzer Trump ngamuk2,” kata Gus Umar.