Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19 saat PPKM Darurat, Cianjur Foundation Selenggarakan Aksi Sosial

oleh -
Aksi Sosial Cianjur Foundation
Bantuan dari Rakyat untuk rakyat (doc. cianjur foundation)

kataberita.id, JAKARTA — Pada tanggal 2 Juli 2021 melalui siaran pers di Istana Negara, Presiden Joko Widodo akhirnya menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai dari tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 di Jawa dan Bali. Kebijakan PPKM darurat dikeluarkan seiring dengan adanya data epidemologi terbaru (Indonesia tengah mengalami lonjakan kasus pada gelombang kedua setinggi 381% per 21 Juni 2021), kemunculan varian Delta Covid-19, dan pertimbangan politis. PPKM Darurat membatasi aktivitas masyarakat di Pulau Jawa dan Pulau Bali secara lebih ketat.

Selama pelaksanaan PPKM Darurat, beberapa ketentuan yang dikeluarkan, seperti pengetatan kewajiban bekerja dari rumah untuk semua pekerja sektor non-esensial dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.

Kendati disatu sisi PPKM merupakan upaya untuk menghambat penyebaran virus COVID-19, di sisi lain PPKM juga telah menghambat kegiatan perekonomian dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan sosial semakin dirasakan masyarakat. Setelah menunjukkan pencapaian penurunan kemiskinan beberapa tahun belakangan ini, tingkat kemiskinan kembali meningkat setelah pandemi COVID-19. Satu dari 10 orang di Indonesia hari ini hidup di bawah garis kemiskinan nasional. Tingkat kemiskinan anak juga dapat meningkat secara signifikan.

Baca Juga :   Mendagri Tito Karnavian : Hentikan Aktivitas Kerumunan Massa, Karena Bisa Jadi Media Penularan Corona

Dampak negatif terhadap keadaan sosial ekonomi dari pandemi bisa menjadi jauh lebih buruk tanpa adanya solusi yang tepat dari pemerintah. Setelah Warga Negara Indonesi dilema dengan adanya virus Covid-19 kurang lebih 2 tahun lamanya, lagi-lagi Warga negara Indonesia di bikin cemas bukan karena adanya Covid-19 akan tetapi dengan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah melalui Regulasi yang di keluarkan seperti PPKM Darurat.

Selain itu, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali setidaknya memberikan dampak kepada para pelaku usaha kecil, pekerja, maupun masyarakat pada umumnya. Menyikapi hal tersebut, para pemuda yang tergabung dalam Cianjur Foundation menyelenggarakan Aksi Sosial dengan membantu masyarakat yang dinilai terdampak PPKM Darurat.

Baca Juga :   Unjuk Rasa Tolak PPKM, Pentolan IDI Kasih Nasihat

Aksi sosial yang diselenggarakan Cianjur Foundation merupakan kegiatan pembagian 200 paket makanan dan penyampaian narasi-narasi yang mengajak kepada masyarakat untuk saling membantu antar sesama. Selain itu, aksi sosial ini juga merupakan sarana yang digunakan untuk menyampaikan beberapa sikap terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19 melalui PPKM Darurat, yang sudah barang tentu berdampak pada kehidupan masyarakat.

Penyelenggara Aksi Sosial/CIanjur Foundation (doc. Cianjur Foundation)

Ketua pelaksana dalam kegiatan aksi sosial tersebut menyebutkan bahwa di tengah kondisi Covid-19 ini, warga masyarakat kalangan menengah ke bawah sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah untuk memperhatikan kehidupan mereka, tapi kondisi hari ini pemerintah tidak memperhatikan masyarakat kalangan menengah ke bawah.

“Harusnya Pemerintah lebih memperhatikan kehidupan rakyat kecil yang terdampak PPKM, nah ini malah sibuk menguruskan segala kebijakan yang sifatnya merugikan terhadap masyarakat. Semoga dengan adanya kegiatan ini pemerintah teringatkan untuk memperhatikan masyarakat dan mensejahterakan kehidupan masyarakat di tengah kondisi Covid 19 ini,” tandasnya

Baca Juga :   Heboh Aturan Makan 20 Menit, Gubernur Anies: Bisa! Insya Allah...

Selain itu, Ketua Umum Cianjur Foundation Muhamad Sulaeman mengatakan bahwa kegiatan aksi sosial ini adalah bentuk kepedulian terhadap rakyat.

“Kegiatan aksi sosial ini kan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19 saat PPKM Darurat dan juga merupakan bentuk kritik terhadap kebijakan yang dinilai syarat akan kontroversi serta berdampak negatif terhadap kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Dengan mengusung tagline #RAKYATBANTURAKYAT, Muhamad Sulaeman mengharapkan dengan diselenggarakan kegiatan ini dapat menjadi pemicu kepada masyarakat lain untuk dapat membantu antar sesama guna bahu membahu meminimalisir dampak dari adanya Covid-19 saat PPKM Darurat.

(kataberita/icn)