Heboh Lagi, Presiden Jokowi Resmi Mengundurkan Diri?

oleh -
Thumbnail Video Jokowi Resmi Mengundurkan Diri
Thumbnail Video Jokowi Resmi Mengundurkan Diri (tangkapan layar)

kataberita.id — Beredarnya narasi video yang menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengundurkan diri dari jabatannya, membuat heboh seantero jagat maya.

Narasi tersebut diunggah oleh kanal YouTube Titik Tumpu pada Rabu kemarin (14/7/2021) dengan tajuk video “BERITA 0TERKINI ~ LIVE PENGUNDURAN DIRI PRESIDEN RI?”.

Dalam thumbnail atau gambar depan video tersebut, terlihat Jokowi menghadiri acara rapat paripurna menggunakan jas berwarna biru tua.

Baca Juga :   Ini Kelompok Kadrun: Kritik Anis Disebut Kafir, Hina Presiden Dibilang Demokrasi

Berikut narasi thumbnail tersebut

“Jokowi digugat mengundurkan diri. Joko Widodo sah mengundurkan diri. Detik-detik JKW mengundurkan diri dari jabatan.”

Lantas, benarkah narasi video tersebut? Begini penjelesannya, dikutip kataberita melalui cek fakta suara.com.

Berdasarkan penelusuran Suara.com, Rabu (28/7/2021), klaim yang menyebut Jokowi resmi mengundurkan diri adalah klaim yang salah.

Salah satu cuplikan video tersebut merupakan saat Jokowi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga :   Ada Kejutan Buat RI, Erdogan Telepon Jokowi

Dalam video tersebut juga tidak ada siaran langsung mengenai rapat paripurna Jokowi mengundurkan diri.

Selain itu, hingga saat ini Jokowi masih menjabat sebagai Presiden RI dan masih menjalankan tugasnya sebagai kepala negara.

Saat ini Jokowi masih teru berusaha untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyebaran Covid-19.

Jokowi masih terus berupaya untuk memenuhi ketersediaan stok vaksin Covid-19 dengan mendatangkan vaksin dari berbagai jalur.

Baca Juga :   Jokowi Sambut Baik, Giring Ganesha Akan Maju Mencalonkan Diri jadi Presiden di Pilpres 2024

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan klaim yang menyebut Jokowi resmi mengundurkan diri adalah klaim yang keliru.

Klaim tersebut merupakan klaim hoaks yang masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

(suara/kataberita)