Heboh Aturan Makan 20 Menit, Gubernur Anies: Bisa! Insya Allah…

oleh -
Anies Baswedan makan di warteg
Anies Baswedan makan di warteg (ist. via tribunnews medan)

kataberita.id — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan soal aturan waktu 20 menit untuk makan di tempat selama masa PPKM Level 4. Apalagi soal peraturan waktu 20 menit makan di tempat menjadi polemik di tengah masyarakat.

Bahkan foto Anies ketika sedang makan di Warung Tegal (Warteg) pun sempat menjadi meme di media sosial. “Pak Anies, waktu bapak untuk menghabiskan makanan sisa 9 menit 8 detik!,” tulis @alpokatmentega.

Baca Juga :   Wow! Indonesia Menduduki Posisi Pertama Kasus Harian-Kematian Corona Tertinggi di Dunia

Gubernur DKI Jakarta ini melalui akun twitter @aniesbaswedan memberikan jawaban yang tetap lugas mengomentari foto dirinya yang menjadi meme peraturan makan 20 menit. “

Bisa!, Insya Allah,” katanya.

Walaupun peraturan makan di tempat 20 menit menjadi polemik di masyarakat, Anies tetap mendukung peraturan tersebut. Dia pun memberikan respons dengan cara yang tepat agar masyarakat bisa memahami peraturan tersebut di saat pandemi COVID-19.

Baca Juga :   FPD Usul Kompleks DPR Sebagai RS Darurat, Wakil Ketua MPR RI: Solusi, dan Patut Dicoba Karena RS Sudah Collaps

“Ini adalah usaha untuk mencegah penularan. Jadi intinya makan secukupnya, jangan nongkrong, langsung pulang,” ujarnya, Rabu (28/7/2021).

Anies menjelaskan, pada masa pandemi ini wajib menggunakan masker. Untuk itu, dibuat peraturan yang tepat untuk mengakomodir pengusaha warung makan atau jajanan. Tujuannya agar terhindar dari penularan COVID-19.

“Karena makan dan masker kan nggak bisa jadi satu. Jadi buat saya bukan soal 10 menit, 20 menit, 30 menit, tapi soal sesedikit mungkin berinteraksi yang berpotensi terhadap penularan,” tutupnya.

Baca Juga :   Benarkah Obat Kolesterol Bisa Turunkan Risiko Kematian Covid-19 Sampai 41%

Karena itu, Anies menegaskan, ketika lepas masker semestinya tidak perlu diberi waktu. Warga harus sebentar mungkin melepas masker agar tidak terjadi penularan COVID-19.

“Kita juga kalau makan itu, makannya sih mungkin tidak terlalu lama. Ngobrolnya, biasanya yang panjang,” tegas mantan Mendikbud itu. (sumber/kataberita)