Ini Respons Dosen UI Terkait Gagalnya Aksi Desak Jokowi Mundur dan Tolak PPKM Level 4

oleh -
Polisi jaga aksi demonstrasi
Polisi jaga aksi demonstrasi (ist. via merdeka)

kataberita.id — Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando turut merespons gagalnya aksi demonstrasi yang mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur, 24 Juli 2021 kemarin.

Ia menyebut bahwa aksi tersebut gagal total, bahkan sang pemimpin aksi kabur dan dikabarkan membawa lari dana aksi tersebut. 

“Rencana aksi 24 Juli Gagal Total. Yang hadir di lapangan sedikit banget. Koordinator lapangan kabur, bahkan dikabarkan bawa kabur dana aksi. Alhamdulillah,” cuitnya dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Senin (26/7/2021).

Baca Juga :   MPR Tolak Perpres Miras: Kita Bukan Bangsa Pemabuk, Kita Berketuhanan

Diketahui sebelumnya, sebanyak 3.385 personel gabungan TNI-Polri sempat dikerahkan untuk mengantisipasi massa demo penolakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Namun, ternyata tak ada kedatangan pedemo hingga Sabtu sore, 24 Juli 2021.

“Tidak ada. Kan kita lihat sendiri Jakarta kondusif hari ini. Enggak ada (demo), aman,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus seperti dinukil Medcom, Sabtu, 24 Juli 2021.

Baca Juga :   Evi Novida Dipecat Jokowi dari KPU, Secara Tidak Terhormat

Sementara itu, sebelumnya beredar sebuah selebaran di media sosial WhatsApp. Selebaran itu bertuliskan Seruan Aksi Nasional Jokowi End Game. Unjuk rasa itu tertulis akan dilakukan hari ini Sabtu, 24 Juli 2021, di Istana Merdeka.

“Mengundang seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki Istana beserta jajarannya,” tulis ajakan tersebut.

Baca Juga :   Data Pribadi Jokowi Bocor? Istana Bikin Peringatan Keras Banget!

Kemudian, dalam selebaran itu terlihat ada beberapa pihak yang mendukung unjuk rasa tersebut. Seperti Shoppe Food, Gojek, Grab, Aliansi Mahasiswa, dan Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PPKL) Jakarta. (WE/kataberita)