Wakil Komisaris Utama BRI Mundur? Rocky Gerung: Ari Kuncoro Harusnya Mundur Sebagai Rektor UI, Gak Ada Mutunya…

oleh -
Rocky Gerung
Rocky Gerung (ist. via PR)

kataberita.id — Mantan dosen Ilmu Filsafat Univesitas Indonesia (UI) Rocky Gerung tak puas dengan mundurnya Profesor Ari Kuncoro sebagai Wakil Komisaris Utama di BRI.

Ari diketahui memilih mengundurkan diri dari BRI ketimbang meninggalkan jabatannya sebagai Rektor UI.

Dalam logika Rocky, Ari Kuncoro telah mencoreng nama baik UI karena mempunyai posisi rangkap jabatan dan melanggar Statuta UI.

Untuk itu, seharusnya Ari mundur sebagai Rektor UI. Meski akhirnya Statuta UI itu diubah, akan tetapi bagi Rocky secara etik Ari telah membuat malu nama baik kampus yang terletak di Depok tersebut.

Baca Juga :   Sengketa Kepemilikan Lahan, Rocky Gerung: Saya Mempertahankan Hak Saya, Hak Pohon, Hak Air...

“Harusnya dia mundur sebagai Rektor, karena kan dia mencemarkan nama UI, bukan dengan BRI. Emang itu rektor gak ada mutunya, ini kedunguan diselesaikan dengan kebodohan, kalau dia paham, kesalahananya kan karena dia Rektor UI yang rangkap jabatan,” kata Rocky.

Tak hanya itu, Rocky juga menyalahkan Majelis Wali Amanat UI yang tak melakukan langkah tegas atas posisi dua jabatan yang dimiliki Profesor Ari.

Baca Juga :   Hilangnya Uang Para Nasabah BRI Secara Misterius, HMI Cabang Cianjur: Siap Buka Posko Bagi Para Korban

“Harusnya yang mecat dia MWA UI. Tapi ini kan ini MWA nya teman-temannya semua. MWA ini punya kepentingan nantinya kan bisa dapat akses dapat profesor lah, proyek, CSR lah, minta perusahaan ini lah,” pungkasnya.

“Bau busuk itu adanya di rektor, bukan di komisaris,” jelasnya.

Sebelumnya, Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro yang juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BRI mengundurkan diri dari jabatannya di BRI.

Baca Juga :   Ruhut Sitompul: Itulah Rocky Menggerung Menggarong Tanah di Sentul, Dasar Muka Badak...

Jabatan Ari Kuncoro sebagai Wakil Komisaris Utama BRI menjadi sorotan setelah Rektorat UI memanggil sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang menerbitkan poster sindiran di media sosial.

Rangkap jabatan Ari Kuncoro tersebut melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI.