Survei LSI: Kepercayaan Publik ke Jokowi Anjlok Capai Titik Terendah, Ini Kata PKS…

oleh -
Logo PKS
Logo Partai Keadilan Sejahtera (PKS), foto: ist. via tempo

kataberita.id — Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebut tingkat kepercayaan publik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani pandemi virus Corona (Covid-19) mencapai titik terendah selama empat bulan terakhir dinilai jadi alarm bagi pemerintah.

Dalam survei itu, tingkat kepercayaan kepada Presiden Jokowi selama empat bulan terakhir turun dari 56,5 persen menjadi 43 persen untuk menangani Pandemi Covid-19.

Baca Juga :   Oknum polisi Bripka H Tidak Pakai Masker Malah Marah-marah Saat Ditegur Petugas Ceck Point

“Untuk pertama kalinya selama masa pandemi Covid-19 ini di bulan Juni, tingkat kepercayaan pada Presiden di bawah 50 persen. Tentu temuan survei ini menjadi alarm bagi pemerintahan Presiden Jokowi,” ujar Ketua Departemen Politik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nabil Ahmad Fauzi kepada SINDOnews, Senin (19/7/2021).

PKS mendorong Presiden Jokowi beserta seluruh stakeholder pemerintah lebih serius untuk memperbaiki kinerjanya. “Hal ini penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah dalam membangkitkan ekonomi nasional dan penanganan pandemi,” katanya.

Baca Juga :   Situasi Genting RI, PP Muhammadiyah Minta Segera Jokowi Ambil Alih Komando

Dia menambahkan, beberapa hari ini beredar kabar betapa Presiden Jokowi mulai gerah dan galau dengan pro kontra yang ditimbulkan oleh para pembantunya di kabinet.

Hal tersebut dinilai mempengaruhi kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah dalam menangani Pandemi Corona, khususnya kebijakan PPKM Darurat saat ini.

“Bagi kami, sikap para menteri tersebut merupakan cerminan dari manajerial kepemimpinan Presiden Jokowi sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :   Ketua BEM Uncen Dituntut Belasan Tahun, Penyiram Novel Cuma Satu Tahun Bui, di Mana Keadilan?

Karena lanjut dia, langkah dan kebijakan pemerintah merujuk kepada komando dari orang nomor satu di Republik itu. “Bukankah Presiden menegaskan, tidak ada visi misi menteri, yang ada hanyalah visi misi presiden,” ucapnya.