Soroti Pajak Sembako, Krisdayanti PDIP: Mungkin Pemerintah Ingin Menambah Pemasukan…

oleh -
Anggota DPR RI Krisdayanti
krisdayantilemos Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Krisdayanti (instagram/krisdayantilemos)

kataberita.id — Kalangan kader partai penguasa pengusung Presiden Joko Widodo alias Jokowi mulai bersuara soal rencana sembako dipajaki negara. Satu di antaranya adalah penyanyi senior ibunda Aurel Hermansyah, Krisdayanti yang juga anggota DPR RI dari fraksi PDIP.

Mantan istri Anang Hermasnyah ini mengatakan, jika dirinya mendengar wacana pungutan pajak oleh negara di sektor sembako dan jasa pendidikan. Dia menilai, langkah tersebut tidak tepat lantaran kondisi ekonomi masyarakat masih terdampak Pandemi Covid-19.

Baca Juga :   Pengamat Politik Menilai, Nasib Partai Demokrat Bisa Sama dengan PDIP: Sama-sama Diobok-obok...

“Reaksi manakala denger wacana pungutan pajak jasa pendidikan dan sembako kena PPN 12% di tengah pandemi covid-19 yang belum juga mered,” tulis Krisdayanti di akun media sosial Instagram, @krisdayantilemos.

Lantas Krisdayanti menduga jika saat ini pemerintah sedang membutuhkan pemasukan.

Dia pun menilai, pemasukan tersebut akan dipergurnakan untuk pembangunan.

“Mungkin pemerintah ingin menambah pemasukan untuk membiayai pembangunan,” tulisnya lagi.

Baca Juga :   Politisi PDIP: Gubernur Anies Tandatangani Kepgub Pencairan Dana Pembelian Lahan Rumah DP 0 Rupiah

Istri Raul Lemos ini pun berpendapat, jika negara membutuhkan pemasukan tidak memajaki sektor pendidikan dan kebutuhan masyarakat seperti yang saat ini ramai dibahas.

“Tapi sebaiknya jangan dari sektor pendidikan dan kebutuhan dasar rakyat,” tulisnya.

Sebagai penutup, Krisdayanti pun menanyakan pada pengikutnya soal pendapatnya itu.

“Gimana ibu ibuuuuuuu ? selamat hari sabtu ,kita olahraga aja dulu yaaaa Lemesiiiiin,” tutup dalam tulisannya.

Pandangan lengkap Krisdayanti terkait wacana pungutan pajak, di akun Instagramnya:

Baca Juga :   Ihsan Yunus Tak Kunjung Diperiksa, KPK Digugat!

Reaksi manakala denger wacana pungutan pajak jasa pendidikan dan sembako kena PPN 12% ditengah pandemi covid-19 yang belum juga mereda.

mungkin pemerintah ingin menambah pemasukan untuk membiayai pembangunan, tapi sebaiknya jangan dari sektor pendidikan dan kebutuhan dasar rakyat.

gimana ibu ibuuuuuuu? selamat hari sabtu ,kita olahraga aja dulu yaaaa Lemesiiiiin. (PR/kataberita)