PDIP dan Demokrat Saling Serang, Omongan Hasto Bikin Panas Kuping Demokrat

oleh -
Hasto Jristiyanto dan Megawati Soekarnoputri
Hasto Jristiyanto dan Megawati Soekarnoputri (ist. via sindonews)

kataberita.id — Omongan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, soal PDIP ogah berkoalisi dengan Demokrat, memanaskan kembali hubungan kedua partai itu. Seharian kemarin, serangan balasan dari Demokrat datang silih berganti. PDIP dan Demokrat yang sudah lama adem, kini saling serang lagi.

Omongan Hasto yang bikin panas kuping orang Demokrat itu disampaikan saat jadi pembicara webinar bertajuk “Membaca Dinamika Partai dan Soliditas Koalisi Menuju 2024”, pada Jumat (28/5).

Pada webinar itu, Hasto menceritakan PDIP bisa menjalin kerja sama dengan hampir semua partai. Dengan sesama partai nasionalis seperti Golkar dan Gerindra, PDIP tentu bisa langsung cocok. Dengan partai Islam pun, seperti PKB dan PPP, PDIP ternyata bisa mesra. Hampir semua partai bisa berkoalisi bahkan dengan PAN, kecuali Demokrat dan PKS. Kata dia, antara PDIP dan Demokrat seperti ada garis pemisah yang tegas sehingga tak bisa bersatu.

Baca Juga :   Elektabilitas Demokrat Naik Tajam, PDIP Turun Drastis, Diam-diam Partai Ummat Membuat Kejutan

Kenapa begitu? Menurut Hasto, lantaran tidak ada kesamaan ideologi dan cita-cita yang diperjuangkan bersama. Selain itu ada perbedaan karakter dan kebiasaan. Karena itu, dia meminta agar jangan ada lagi pihak yang coba-coba jadi juru nikah, kawinin PDIP dan Demokrat.

Tak cuma itu, Hasto menyindir Presiden RI ke-6 yang juga Ketua Dewan Pembina Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dengan sebutan Bapak Bansos.

Tentu saja, omongan Hasto ini bikin panas kuping orang-orang Demokrat. Tanpa dikomando, kader dan pengurus Demokrat menyerang balik Hasto dan PDIP. Dari pagi sampai tadi malam, serangan orang Demokrat itu masih berseliweran di lini masa Twitter.

Baca Juga :   Diduga Duit Korupsi Bansos Mengalir ke Pengurus PDIP 50.000 Dolar Singapura?

Hampir semua selebnya, turun dan macam-macam gaya serangnya. Ada yang bicara dengan lugas, ada juga dengan sindiran-sindiran halus.

Wakil Sekjen Demokrat, Renanda Bachtar misalnya. Dia mempertanyakan perbedaan ideologi PDIP dengan Demokrat yang dibilang Hasto. Kata dia, SBY itu tentara nasionalis. Sebelum masuk tentara, SBY aktif di Gerakan Siswa Nasionalis Indonesia (GSNI) yang berafiliasi dengan PNI. “Yakin bukan soal nasionalisnya. Mungkin soal ideologi pemanfaatan bansos,” sindir @renandabachtar.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat, Andi Arief juga balas menyerang. Kata dia, Demokrat saat ini sedang mencari rekan koalisi di 2024. Ia memastikan tak akan menggandeng PDIP. Kata dia, di tengah ketidakpuasan kepada pemerintah yang sudah meluas, rugi besar jika Demokrat gabung dengan PDIP. “Gabung dengan PDIP sama saja bunuh diri,” bebernya.

Baca Juga :   Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat, Ruhut: Kalau Mau Ikut ke PDIP Ok

Andi melanjutkan, Demokrat tak mau berkoalisi dengan PDIP, karena PDIP selalu kalah kalau melawan kader Demokrat.

“Jokowi ini bukan kader yang dididik di PDIP sejak lama. Jauh lebih lama Puan Maharani atau pun Megawati sendiri. Jokowi sebagai kader kost di PDIP pun bukan mengalahkan kader Demokrat,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.