Ganjar Pranowo Akui Puan Maharani Adalah Komandan Tempurnya, dan Sosok yang Begini…

oleh -
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo (voa tribunnews)

kataberita.id — Meskipun tak diundang ke acara Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan, dirinya tak bertengkar dengan putri Ketua Umum PDIPMegawati Soekarnoputri, itu. Ganjar malah memuji-muji Puan setinggi langit.

Ganjar berusaha meluruskan polemik yang melibatkan dirinya dengan Puan usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jawa Tengah, “Sampai hari ini saya tidak pernah berkonflik dengan beliau (Puan).” 

Buktinya, sehari sebelum disindir kemajon alias i oleh Ketua Bapilu PDIP Bambang Wuryanto dan sentilan pemimpin medsos oleh Puan dalam acara PDIP yang digelar di Jateng, Sabtu (22/5) lalu, Ganjar sempat sowan ke Mega. Dalam rangka halalbihalal. Ketika itu, ada Puan juga di sana.

Baca Juga :   Urgensi Ridwan Kamil Pindah Ibu Kota Jabar, Dipertanyakan PDIP

“Dan kami sempat bercanda,” sambungnya

Dalam pertemuan itu, Ganjar diketahui turut mengantarkan lukisan karya Djoko Susilo untuk Megawati. Mendapat lukisan, bos banteng happy.

Karena itu, orang nomor 1 di Jateng itu kaget ketika melihat gejolak di sosial media, khususnya setelah keluar komentar-komentar pedas dari PDIP terkait dirinya.

“Jadi ketika kemudian di medsos sepertinya saya sungguh-sungguh, saya sangat kaget, saya ini orang Jawa kader partai yang diajari untuk mendem jero mikul,” ujarnya.

Baca Juga :   Jreng... PDIP Siap Menjadi Tuan Rumah Dialog Partai Politik Se-Asia dan Afrika

Baginya, Puan adalah sosok yang sangat dihormati. Jasa putri Mega itu besar, dalam menjadikannya sebagai Gubernur Jateng. Apalagi ketika awal mula ia dimunculkan sebagai calon gubernur tahun 2013 lalu, elektabilitasnya masih rendah.

“Mbak Puan lah sebenarnya komandan tempurnya. Itu tidak pernah lupa, saya tidak punya modal saat itu,” kenangnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bilang, polemik Ganjar di internal partai sudah kelar. Ia mewanti-wanti pasukannya untuk merapatkan barisan. Mengantisipasi upaya pihak tertentu yang tengah melakukan dansa politik dan ingin memecah-belah partainya.

Baca Juga :   Viral, Nyasar Pesan WA Denny JA, Diduga Minta Jatah Komisaris BUMN ke LBP

“Apa yang terjadi di Jateng itu dinamika politik yang biasa di PDIP,” kata Hasto, kemarin.

Tidak hanya Ganjar. Sebelumnya, sebut Hasto, Jokowi, Ahok, Risma dan calon-calon pemimpin dari PDIP di setiap kontestasi juga pernah melewati dialektika seruoa di internal. “Tapi kita punya kultur dalam menyikapi dialektika itu,” tegasnya.

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai sikap mengalah yang ditunjukkan Ganjar memang sudah semestinya. Karena selaku kader PDIP, jebolan magister ilmu sosial dan politik Universitas Indonesia itu tak punya pilihan lain.