Dear Pak Bupati Cianjur, Ada Anak Menderita Gizi Buruk di Agrabinta Loh!

oleh -
Balita dengan Gizi Buruk di Cianjur
Balita dengan Gizi Buruk di Cianjur (ist. dok. kataberita)

CIANJUR, kataberita.id — Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019, angka stunting berada pada 27,67 persen. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo  mengatakan angka tersebut disebabkan berbagai faktor kekurangan gizi pada bayi. Terlebih di saat masa pandemi Covid-19 ini, angka persentase tersebut kini terus meningkat.

Seorang balita bernama Muhamad Bayu yang saat ini berusia 20 bulan, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Anak pasangan dari Ahmidin (39) dengan Alissa (31) dari warga Kampung Simpang Tilu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Cianjur ini mengalami gizi buruk.

Baca Juga :   Puisi : Indah Fitriyani Hidayat

Gizi Buruk yang Bayu alami sudah harus ditangani dengan cepat dan dibantu dengan sigap. Tubuhnya semakin kurus. Daging-daging yang seharusnya membungkus tulang dengan benar, kini tak lagi seimbang. Tubuhnya sekarang hanya terlihat bentukan tulangnya saja. Dagingnya mengempis. kulitnya layu.

Aktivis Sosial Cianjur Azis mengungkapkan bahwa Pemerintah seharusnya bisa mengatasi masalah gizi buruk, Dinas terkait pun seharusnya bisa memberikan solusi dan penyembuhan.

Baca Juga :   HMI Cabang Cianjur Tolak RUU KPK

“Pemerintah harus bisa mengatasi masalah gizi buruk. Malu jika kasus gizi di Cianjur semakin meningkat. Mana peran dinas terkait untuk mengatasi masalah gizi buruk? dan Bupati harusnya mengetahui kasus ini. ” ungkap Azis kepada kataberita.id (25/5/2021)

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor 29 Tahun 2019, Tentang Penanggulangan Masalah Gizi Bagi Anak Akibat Penyakit, tertuang dengan jelas di pasal dua, bahwa penyelenggaraan penanggulangan gizi buruk adalah tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah. (kataberita/icn)

Baca Juga :   BEM Unsur Akan Ajak Warga Datangi Kantor Perumdam Tirta Mukti

No More Posts Available.

No more pages to load.