Hasil Survei ARSC: Publik Tolak Jokowi Tiga Periode dan Amendemen UUD

oleh -
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (ist.)

kataberita.id — Hasil survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) menyatakan mayoritas responden tidak mendukung jika Presiden Joko Widodo menjabat tiga periode lewat amendemen UUD 1945. Responden juga tak ingin di kemudian hari Jokowi menjadi wakil presiden.

“Publik tidak mendukung wacana amandemen [UUD] perubahan masa jabatan presiden,” kata peneliti ARSC Bagus Balghi dalam rilis yang digelar daring, Sabtu (22/5).

Berdasarkan hasil survei ASRC, ada 69,50 persen responden yang tidak setuju amendemen UUD 1945 dilakukan agar Jokowi bisa maju lagi di Pilpres 2024.

Baca Juga :   Jokowi Izinkan Investasi Miras, Ini Kritik dari Politikus PKS

Responden yang setuju sebanyak 28,68 persen, sementara 1,49 persen lainnya menjawab tidak tahu dan 0,33 persen responden tidak menjawab. Sebelumnya, isu amendemen UUD 1945 agar Jokowi bisa menjabat sebagai presiden tiga periode sempat menguat. Namun Jokowi menepis isu tersebut dan menegaskan tidak tertarik.

Kemudian, 71,65 persen responden juga tidak setuju jika Jokowi maju kembali pada pemilihan presiden sebagai calon wakil presiden. Responden yang setuju hanya 25,37 persen.

Ada 2,81 persen responden yang menjawab tidak tahu dan 0,17 persen lainnya tidak menjawab.

Baca Juga :   Kapal Rombongan Kungker Jokowi Terbalik dan Tenggelam

Ketimbang terjun dalam politik praktis, mayoritas publik lebih setuju Jokowi memberikan dukungan kepada salah satu calon presiden untuk meneruskan programnya selama ini.

Sebanyak 74,13 persen responden setuju akan langkah tersebut. Lalu 22,88 persen responden tidak setuju, 1,65 persen tidak tahu, dan 0,33 persen tidak menjawab.

Sementara itu, masih merujuk hasil survei ARSC, mayoritas atau 71,49 persen responden menilai sosok calon presiden tidak harus kader partai. Ada 28,51 persen yang ingin calon presiden berasal dari kader partai politik.

Baca Juga :   Refly Harun: Jika Gubernur DKI Jakarta Dipidana, Jokowi Pun Bisa Kena Juga

Sebanyak 60,58 persen responden menginginkan calon presiden dari kalangan sipil. Sedangkan 34,05 persen menginginkan pemimpin dari kalangan militer/TNI dan 5,37 persen dari kalangan polisi.

Latar belakang profesi yang dinilai paling cocok menjadi calon presiden adalah kepala daerah. Ada 19,01 persen responden yang berpendapat demikian.

Disusul latar belakang profesi militer/TNI 17,77 persen, akademisi 15,62 persen, pengusaha 12,07 persen, dan tokoh organisasi masyarakat 9,92 persen.

No More Posts Available.

No more pages to load.