PDIP: Perbandingan Larangan Mudik dengan Masuknya Warga China Tidak Sesuai

oleh -
Cek poin dilarang mudik
Cek poin dilarang mudik (ist.)

kataberita.id — Sebanyak 170 lebih warga negara China kembali datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Sabtu 15 Mei 2021. Video kedatangan mereka di Tanah Air viral di media sosial.

Kemudian kedatangan ini dibandingkan dengan kebijakan pelarangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 2021, yang mendapat respons negatif di masyarakat. Pasalnya, dalam penerapannya, pemerintah dianggap inkonsisten karena tenaga kerja asing (TKA) asal China maupun warga negara asing (WNA) terus saja masuk

Sikapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo mengajak semua pihak untuk berpikir jernih serta bijak terhadap persoalan masuknya WNA di saat masa larangan mudik, dengan berpikir bahwa perlindungan terhadap warga negara di Indonesia dengan mengendepankan dan menjalankan aturan perjalanan seluruh WNA yang akan ke Indonesia secara ketat.

Baca Juga :   Amerika Serikat Anti-Asia: China, Jepang, RI Tiba-tiba Dibenci

“Mengingat juga saat ini ketergantungan kita dalam masa pandemi ini terhadap asing masih cukup tinggi antara lain, 90 persen bahan obat-obatan dan alat kesehatan kita masih impor, bahkan vaksin semunyanya dari impor. Dan ini tentu kita juga butuh WNA untuk berkoordinasi soal ini misalnya,” kata Rahmad saat dihubungi, Selasa (18/5/2021).

Rahmad pun mengajak semua pihak untuk mmebandingkan larangan mudik di Tanah Air dengan kedatangan WNA tersebut. Dan kritikan ini menimbulkan stigma seolah ada diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap warganya sendiri dan WNA. Padahal, kebijakan ini dilakukan untuk mengendalikan Covid-19?

Baca Juga :   Mulai 1 Januari 2021, Pemerintah Larang Warga Negara Asing Masuk ke Indonesia

“Ayolah, apakah pantas dan adil serta apple to apple soal ini (kedatangan ratusan WNA) dibandingkan dengan larangan mudik,” ucapnya.

Namun demikian, politikus PDIP ini mendorong pemerintah untuk memberlakukan screening ketat terhadap seluruj WNA yang akan masuk ke Indonsesia sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dan dengan melihat situasi dan kondisi asal negara WNA itu. Sehingga, Indonesia perlu memantau dan waspada terhadap negara-negara yang mengalamo lonjakan kasus Covid-19.

Baca Juga :   Meski Ada Larangan Mudik, Namun Ada 8 Kawasan Diizinkan Mudik Lokal Selama 6-17 Mei 2021

Seperti misalnya, Rahmad menguraikan, Indonesia harus ekstra hati-hati dengan Thailand dan Malaysia yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 secara serius, maka WNA dari sana harus di-screening ketat dan wajib mengikuti aturan masuk ke Indonesia dan wajib karantina 14 hari.

Selanjutnya dari India, sebaiknya Indonesia menutup sementara mengingat situasi penyebaran Covid-19 di sana sangat mengkawatirkan bagi Indonesia

“Termasuk dari negara lainya maupun dari negara China sekalipun wajib hukumnya WNA ini mengikuti seluruh protokol kesehatan serta screening ketat masuk ke negara kita serta wajib proses karantina,” tegas Rahmad.

No More Posts Available.

No more pages to load.