Angin Prayitno Diduga Terima Suap Pajak Perusahaan Haji Isam

oleh -
Angin Prayitno Aji, Edi Slamet Irianto, A Yuspahruddin, dll.
Angin Prayitno Aji (tengah) di Jakarta, 2016. Dok Tempo/Dian Triyuli Handoko

kataberita.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetapkan mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Angin Prayitno Aji sebagai tersangka.

Dia diduga terjerat kasus penerimaan hadiah atau janji pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.

Angin bersama Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak, Dadan Ramdani, diduga menerima suap dari para konsultan pajak yang mewakili sejumlah perusahaan.

Baca Juga :   KPK OTT Bupati Indramayu Supendi

“APA (Angin Prayitno Aji) bersama DR (Dadan Ramdani) diduga telah menerima sejumlah uang terkait hasil pemeriksaan pajak untuk tiga wajib pajak,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, Selasa (4/5). 

Sejumlah uang itu diterima dari PT Gunung Madu Plantations sebesar Rp15 miliar pada Januari-Februari 2018 oleh tersangka Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi, kemudian sebesar Sin$ 500 ribu dari total komitmen Rp25 miliar oleh tersangka Veronika Lindawati dari PT Bank PAN Indonesia pada pertengahan 2018. 

Baca Juga :   KPK Puji 3 Orang Ini Sebab Jujur Lapor Tolak Gratifikasi, Siapakah Mereka?

Angin juga diduga menerima uang sebesar Sin$ 3 juta dari PT Jhonlin Baratama yang diserahkan melalui tersangka Agus Susetyo pada Juli-September 2019. 

PT Jhonlin Baratama merupakan anak usaha Jhonlin Group milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

“Kurun waktu Juli-September 2019 sebesar total Sin$ 3 juta diserahkan oleh AS sebagai perwakilan PT JB,” kata Firli. 

Baca Juga :   Ada Upaya Pimpinan KPK Jegal "Jenderal Merah" jadi Kapolri? Ini Kata Fahri Hamzah

No More Posts Available.

No more pages to load.