Korut Tolak Ide Pembicaraan dengan Washington dan Sebut Diplomasi Amerika Serikat “Palsu”

oleh -
Kim Jong-Un
Kim Jong-Un (ist.)

kataberita.id — Korea Utara menolak ide pembicaraan dengan Washington dan menyebut diplomasi Amerika Serikat “palsu” setelah Presiden Joe Biden mengatakan pihaknya terbuka untuk negosiasi diplomatik soal denuklirisasi.

Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan melalui kantor berita setempat, KCNA, bahwa diplomasi tersebut “papan tanda palsu” dari Amerika Serikat untuk “menutupi tindakan permusuhannya”.

Korut juga memperingatkan Presiden Biden bahwa dia telah membuat “blunder besar” dengan sikap yang “ketinggalan zaman” terhadap negara Asia itu.

Baca Juga :   Politik Luar Negeri di Abad Milenial

Biden sebelumnya mengatakan dalam pidato pertamanya di depan Kongres, pada Rabu (28/4), bahwa dirinya akan menggunakan “diplomasi serta pencegahan keras” untuk menahan ambisi nuklir Korea Utara.

Gedung Putih kemudian mengatakan pada Jumat (30/4) bahwa gol mereka adalah tetap “denuklirisasi seutuhnya di Semenanjung Korea”.

Sekretaris Pers Biden, Jen Psaki mengatakan kebijakan Amerika Serikat akan melihat “sebuah pendekatan praktis, terukur, yang membuka dan akan mengeksplorasi diplomasi” dengan Korea Utara.

Baca Juga :   Menhan Amerika Serikat Peringatkan Korut: Pasukan AS Siap Bertempur Malam Ini

Psaki memberikan sedikit indikasi tentang inisiatif diplomatik apa yang akan muncul, namun menyebut bahwa Biden telah belajar dari pengalaman pemerintahan sebelumnya.

AFP menyebut pemerintahan AS sebelumnya kesulitan dalam menghadapi kediktatoran Korea Utara, atau dalam beberapa tahun terakhir, persenjataan nuklir mereka yang terus berkembang.