Wow! Tommy Soeharto Bakal Borong 6 Unit Kapal Baru Senilai 1,28 Triliun

oleh -
Tommy Soeharto
Tommy Soeharto (ist.)

kataberita.id — Perusahaan angkutan laut milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) baru-baru ini akan membeli sebanyak 6 unit kapal baru senilai US$ 88 juta atau Rp 1,28 triliun bila mengacu kurs Rp 14.500/US$.

Hal itu terungkap berdasarkan paparan publik Humpuss per Desember 2020 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, berapa harta yang dimiliki Tommy di HITS?

Berdasarkan publikasi daftar pemegang saham lebih dari 5% yang dipublikasikan Humpuss sampai dengan 31 Maret 2021, Tommy tercatat memiliki sebanyak 738,692,651 atau 10.40 % saham HITS. Bila diasumsikan harga saham HITS saat ini di kisaran Rp 410 per saham, maka ia mempunyai kepemilikan sebesar Rp 302,86 miliar.

Baca Juga :   Menkumham Yasonna Laoly Resmi Digugat Tommy Soeharto

Belum lagi, Tommy juga tercatat sebagai Komisaris Utama di PT Humpus, pemegang saham terbesar PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) dengan kepemilikan 45,52% atau sebanyak 3,232,699,113 saham atau setara Rp 1,32 triliun. Bila digabung, maka di HITS saja, valuasi kepemilikan milik Tommy sebesar Rp 1,63 triliun.

Sebagai informas saja, HITS adalah perusahaan yang bergerak di sektor energi dengan sub sektor oil, gas dan coal. Perseroan mencatatkan saham perdana di Bursa pada 15 Desember 1997 silam dengan harga IPO senilai Rp 675 per saham.

Baca Juga :   Israel Curigai Iran, Kapal Kargo Rusak Dihantam Rudal di Laut Arab

Dalam sebulan terakhir, harga saham HITS terkoreksi 5,53%, sedangkan, sejak awal tahun ini harga sahamnya jatuh 15,64% dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 2,91 triliun.

Secara terpisah, Komisaris Utama Humpuss Theo Lekatompessy saat itu mengatakan strategi agresif perusahaan dalam berbelanja kapal tahun ini tetap dilanjutkan guna ekspansi bisnis perusahaan yang sempat tertunda pada 2020.

Baca Juga :   Menkumham Yasonna Laoly Resmi Digugat Tommy Soeharto

“Strategi tahun ini hampir sama dengan strategi di tahun 2020. Sifatnya lebih banyak konservatif. Kami bergeser dari vessel carrier gas, menjadi infrastruktur bisnis di bidang gas,” katanya dalam dokumen paparan tersebut, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (28/4/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.