Reshuffle Kabinet: Menyasar para Menteri yang ‘Bermasalah’ dan yang Berkinerja Kurang Memuaskan

oleh -
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) dan Wapres Ma'ruf Amin (kanan) memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Kerja II di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.

kataberita.id == Lingkar Istana telah menunjukkan isyarat Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan reshuffle kabinet. Banyak pihak berspekulasi sejumlah menteri yang akan terkena perombakan.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia), Jeirry Sumampow menganalisa bahwa isu reshuffle diyakini tidak hanya karena telah disetujuinya Surat Presiden (Supres) tentang Pembentukan Kementerian Investasi dan dileburkannya Kemenristek ke Kemendikbud. Perombakan kabinet diyakini juga akan berimbas ke kementerian lain.

Baca Juga :   Pak Jokowi Punya Stok Masker 50 Juta, Apakah Disiapkan Buat Cucu?

“Jadi agaknya reshuffle ini akan menyasar para menteri yang di kementeriannya ‘bermasalah’ dan yang berkinerja kurang memuaskan. Termasuk para menteri yang tak setia menjalankan ‘perintah’ presiden,” kata Jeirry dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Rabu (21/4/2021).

Jeirry menyebut analisa ini juga berkaca pada pengalaman periode sebelumnya. Kala itu, presiden tidak hanya fokus terhadap urgensi dilakukannya reshuffle, tapi juga sebagai penilaian terakhir terhadap kinerja menteri yang dinilai tak memuaskan.

Baca Juga :   Mendagri Tito Karnavian : Hentikan Aktivitas Kerumunan Massa, Karena Bisa Jadi Media Penularan Corona

“Beberapa kementerian yang bisa masuk kategori layak untuk dievaluasi dan diganti adalah Kementerian Desa dengan kasus ‘jual beli’ jabatan, Kementerian Perdagangan dalam kasus impor beras dan lainnya, Kepala KSP dalam kasus Partai Demokrat,” katanya.