SBY Dinilai Dikejar Karma Luar Biasa, Darmizal: Apakah SBY Pura-Pura Lupa?

oleh -
Darmizal
Penggagas KLB Partai Demokrat, Darmizal (its. via tribunnewswiki)

kataberita.id — Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tengah dikejar karma luar biasa (KLB). Lantaran sikapnya terlihat seperti kebingungan dengan melakukan somasi setelah melakukan aduan ke Pengadilan Negeri.

Demikiin Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa, Darmizal mengatakan kepada KompasTV, dikutip kataberita.id.

“Bukankah Kubu SBY, AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), dan kaum musketir di sekitarnya sudah melakukan aduan ke PN dalam dugaan perbuatan melawan hukum,” kata Darmizal.

Baca Juga :   AHY Nilai Moeldoko Cuma Ungkap Pernyataan Menghasud, dan Lagi-lagi Berbohong

Darmizal lebih lanjut mempertanyakan bagaimana pihak yang sedang bersengketa dan belum mendapatkan keputusan inkracht pengadilan, sudah main klaim sebagai pihak yang menang dan sah dalam somasi terbuka.

“Apakah SBY dan para penasehatnya pura-pura lupa atau kehilangan akal sehat untuk mengikuti peraturan yang harus ditaati bersama?” tanya Darmizal.

“Somasi terbuka yang disampaikannya ke Pak Moeldoko dan teman-teman yang pernah mengikuti KLB Partai Demokrat di Sibolangit, hanyalah intrik provokasi terbaru yang ingin mengganggu harmonisasi di dalam pemerintahan Presiden Jokowi,” lanjut Darmizal.

Baca Juga :   Merinding, Ini Curhat SBY Tentang Hati yang Terluka Karena Perlakuan Sahabatnya

Darmizal mengatakan pihaknya yakin dan percaya tak ada lagi masyarakat yang percaya dengan intrik atau model drama Korea ala kubu SBY.

“Kami berpesan, agar Kubu SBY tidak lagi membuat dagelan-dagelan konyol dan hanya menjadi bahan tertawaan rakyat. Somasi terbuka yg dilayangkan kubu SBY sama sekali tidak memiliki dasar hukum,” ujarnya.

Baca Juga :   Ruhut Sitompul: Aku Yakin Ketum PD Hasil KLB Bpk Moeldoko Disyahkan Bpk Yasonna Menkum HAM

“Sengketa Partai Demokrat kedua belah pihak masih berlangsung, dan belum memiliki keputusan inkracht dari pengadilan. Karena itu, kedua belah pihak memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum,” tambah Darmizal.