Pandemi di Bulan Ramadan, Gubernur Anies Bicara Manis: Semoga Allah SWT Merahmati Kota Jakarta

oleh -
Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ist. via nu.or.id)

kataberita.id — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim suasana Ramadan tahun ini agak sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Meski, sama-sama dijalankan di tengah pandemi Covid-19, namun kondisinya tak separah tahun pertama Covid-19.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan fasilitas kesehatan DKI tidak dalam kondisi penuh pasien Covid-19.

“Kasus aktif di Jakarta (juga) relatif landai di kisaran 6 ribu hingga 7 ribu, setelah beberapa bulan lalu mencapai 26 ribu kasus aktif,” katanya, dillansir RMOLJakarta, Selasa (13/4/2021).

Baca Juga :   Jokowi Geser Sri Mulyani di Tim Gugus Tugas Covid-19

Lebih lanjut, ia juga menilai jika program vaksinasi di Jakarta berjalan cepat, terutama untuk warga lanjut usia (lansia) dan petugas pelayanan publik.

Vaksinasi lansia dosis pertama sudah mencapai 58 persen dari target. Sementara lansia yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin sudah mencapai 20 persen dari target.

“Ini adalah capaian tertinggi, dan kita akan kejar hingga 90-95 persen lansia bisa tuntas divaksin sebelum Idul Fitri nanti,” tegasnya.

Baca Juga :   800 Pegawai Kontrak Garuda Dirumahkan Sementara, Ini Alasan dari Bosnya

Positifnya penanganan Covid-19 di Jakarta, kata Anies, menjadi dasar Pemprov DKI menentukan kebijakan terkait kegiatan ibadah di bulan Ramadan.

Diketahui, Ramadan tahun ini lebih longgar jika dibandingkan tahun lalu. Di antaranya adalah diizinkannya Shalat Tarawih berjemaah di masjid dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Selain itu, Pemprov DKI juga mengizinkan kegiatan ibadah lainnya seperti salat fardu berjemaah, tadarus Al-Quran, i’tikaf di masjid, hingga peringatan turunnya Al-Quran atau Nuzulul Quran.

Baca Juga :   Mungkinkah Positif “Lagi” COVID-19, di Gelombang Kedua?

“Tentu ini semua harus kita syukuri, tapi pandemi belum hilang dari muka bumi,” lanjut Anies.