Ko AHY dan SBY yang Didesak? Gerombolan Moeldoko yang Harusnya Minta Maaf ke Publik dan Presiden

oleh -
Kolase AHY dan Moeldoko
Kolase AHY dan Moeldoko (ist. doc. kataberita)

kataberita.id — Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menanggapi desakan Relawan Jokowi Mania. Herzaky menyebut, kelompok Moeldoko harusnya meminta maaf pada masyarakat dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, Immanuel Ebenezer, Ketua Relawan Jokowi Mania mendesak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan seluruh kader Partai Demokrat meminta maaf. Menurut Immanuel, hal ini terkait tuduhan SBY dan AHY terhadap pemerintah.

Baca Juga :   Desakan Demokrat Kubu Moeldoko Buka Kembali Kasus Korupsi Proyek Hambalang, Ini Kata KPK...

“Dengan ditolaknya KLB Moeldoko melalui pemerintah melalui Yasona dan Mahfud membuktikan pemerintah yang selama ini dituding oleh kader Demokrat tidak benar adanya,” ujar Immanuel, Sabtu (3/4/2021).

Immanuel menilai tuduhan itu menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat.

“Saya meminta SBY, AHY dan seluruh kader Demokrat  meminta maaf kepada Presiden Jokowi, kepada bangsa dan rakyat karena pernyataan yang selama ini selalu mengaitkan istana, ada pernyataan yang membuat gaduh,” kata Immanuel.

Baca Juga :   SBY & AHY Dituding Jhoni Allen: Amputasi Kedaulatan, Mematikan Asas Demokrasi dan Keadilan!

Herzaky menanggapi desakan itu dengan menyebut kelompok Moeldoko mestinya yang meminta maaf.

“Gerombolan Moeldoko yang harus minta maaf kepada rakyat dan Presiden,” ujar Herzaky dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTV, Sabtu (3/4/2021).

Herzaky mengatakan, kelompok Moeldoko mesti meminta maaf karena dua alasan. Pertama, Herzaky menilai kelompok Moeldoko kerap menunjukkan perilaku yang tak patut di depan publik.

“Tidak ada nilai positif yang bisa diambil dari perilaku gerombolan Moeldoko selama dua bulan ini. Tidak ada nilai-nilai demokrasi yang bisa diteladani. Justru gerombolan Moeldoko selama dua bulan ini mempertontonkan perilaku yang tidak menaati hukum dan mengabaikan etika, moral, serta kepatutan,” kata Herzaky.

Baca Juga :   Saiful Mujani: Demokrat Diambil Alih oleh Pejabat Negara, Ironi Luar Biasa

Herzaky menyebut, kelompok Moeldoko merugikan pemerintah, utamanya pejabat Kemenkumham yang mesti membuang-buang waktu untuk hal sia-sia.