BPUM Tidak Cair! Anggota Komisi VI DPR Tuding BRI “Salah” Input NIK?

oleh -
teller bank bri
ilustrasi teller bank BRI (ist.)

kataberita.id — Banyak pengusul Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang tidak bisa menerima BPUM dari BRI, karena kesalahan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Di Kabupaten Jepara contohnya, dari 40 ribu penerima BPUM, ada 2.184 yang diusulkan lewat koperasi tidak bisa mengakses BPUM karena ada kesalahan NIK yang muncul di BRI.

“Diyakini 31 persen kasus tidak cairnya BPUM karena kesalahan Teknologi Informasi BRI,” kata anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid seperti dikutip dari situs DPR pada Jum’at, 2 April 2021.

Baca Juga :   Sidang Tipikor, Jaksa KPK: 2 Politikus PDIP Dapat Jatah Bansos Corona

Politikus partai Golkar ini mengatakan, Teknologi informasi di BRI dan dinas koperasi di daerah pun dipertanyakan, karena pengusul sudah melampirkan data dengan benar.

Ia juga mempertanyakan, bagaimana nama-nama pengusul yang merupakan pelaku usaha kecil tidak bisa menerima BPUM dari BRI.

“Yang diusulkan di koperasi ketikannya sama dengan NIK, lengkap dengan fotokopi KTP-nya. Tapi ketika pencairan di BRI, NIK-nya berubah,” ucap Nusron.

Saat diusulkan lewat koperasi tempat bernaung para pengusul, ternyata BRI tak bisa mencairkannya. Ternyata, NIK para pengusul yang mucul di BRI berbeda dengan NIK saat diusulkan koperasi.

Baca Juga :   Jreng! Terungkap, Adik Politikus PDIP Ihsan Yunus Minta Fee 5 Persen dari Vendor Bansos

“Jadi perubahan itu bukan salah ketik pengusul, tapi prosesnya ketika di koperasi atau di BRI. Data di email koperasinya, NIK dengan fotokopinya sama persis. Tapi ketika di BRI ada perubahan NIK,” ungkapnya.

Nusron menegaskan bahwa kesalahan dalam kelengkapan dan input data bukan dari pengusul BPUM tapi dari pihak BRI.

“Data pengusul dengan NIK dan fotokopi KTP-nya sudah sama persis. Tapi kenapa begitu muncul hasil printout-nya di BRI, kok, beda,” tandasnya.

Baca Juga :   Kasus Peretasan Data Nasabah BRI Life, 460 Ribu Dokumen Dihargai 7000 Dolar? Bareskrim Polri Turun Tangan

Ia meminta solusi sebagai pertanggungjawaban dari BRI terhadap masyarakat pengusul BPUM yang tidak bisa mencairkan bantuan tersebut karena menurutnya warga menjadi korban.

“Di Kudus ada 1.217 data pengusulnya lengkap. Sudah diserahkan ke BRI cabang Kudus. Tapi, tetap tidak bisa dicairkan, karena beda dengan hasil print out yang ada di BRI,” pungkasnya. (sumber/kataberita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.