Habib Rizieq: Kasus Kerumunan Ahok dan Raffi Ahmad Tak Diusut karena Orang Terdekat Presiden?

oleh -
Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab, foto: istimewa via bisnis.com

kataberita.id — Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menggelar sidang lanjutan kasus kerumunan dengan terdakwa Rizieq Shihab pada Jumat (26/3/2021).

Sidang tersebut beragendakan pembacaan eksepsi atau keberatan terdakwa Rizieq Shihab atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Seperti tertuang dalam eksepsi sebanyak 21 halaman, pihak Rizieq merasa dakwaan JPU adalah tuduhan keji.

“Sebagai pendahuluan, saya terlebih dahulu menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas dakwaan JPU yang penuh dengan fitnah dan tuduhan keji terhadap saya dan para sahabat saya dari panitia Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan,” kata Rizieq pada eksepsinya sebagaimana dikutip dari diterima Kompas.com.

Baca Juga :   Usai Ngatain Habib Rizieq Tukang Bohong, Bima Arya Dipanggil Jokowi, Masuk Kabinet?

Rizieq merasa bahwa pihak kepolisian dan kejaksaan begitu sigap mengusut kasusnya.

Ia bersikeras bahwa pihaknya dan panitia Maulid Nabi telah mengaku salah menyebabkan kerumunan massa sehingga tidak sengaja melanggar protokol kesehatan.

Rizieq juga menekankan, karena bersalah, pihaknya telah membayar denda sebesar Rp 50 juta.

“Saya bersama panitia Maulid mengaku salah dan memohon maaf secara terbuka kepada segenap masyarakat, serta membayar denda sebesar Rp 50.000.000,-, sekaligus membatalkan semua rencana kunjungan silaturrahim ke daerah di seluruh Indonesia yang berpotensi terjadi kerumunan sampai pademi berakhir,” lanjutnya.

Baca Juga :   Cekcok di Sidang Rizieq Shihab, Mahfud MD: Itu Biar Diurusin Kejaksaan

Tak hanya itu, Rizieq mempertanyakan sejumlah kasus pelanggaran prokes yang tidak diselesaikan.

Karena, menurutnya, pelanggar adalah orang-orang dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ada lima kasus yang Rizieq singgung dalam eksepsinya.

Baca Selengkapnya …