Lawan Kudeta Militer, Tentara Arakan Myanmar Siap Gabung

oleh -
Kudeta Militer Myanmar
Ilustrasi tentara Myanmar (ist. via padek.co)

kataberita.id — Kelompok pemberontak di Rakhine, Myanmar, Tentara Arakan (AA), bergabung dengan kelompok etnis lain untuk melawan kudeta militer.

Mereka menentang tindakan keras junta militer terhadap demonstran.

Sejumlah kelompok bersenjata lain yang terlibat pertempuran di perbatasan juga telah mengisyaratkan dukungan mereka untuk gerakan pro-demokrasi.

“Sangat menyedihkan bahwa orang-orang tidak bersalah ditembak dan dibunuh di Myanmar,” kata juru bicara AA Khine Thu Kha dalam sebuah pesan, Selasa (23/3) seperti dikutip dari Reuters.

Dia menegaskan bahwa kelompoknya berdiri bersama rakyat.

Baca Juga :   KSP Moeldoko dan Istri Habiskan Hari Libur Merawat Tanaman, Warganet: Enggak Usah Kudeta Lagi Ya Pak

“Tindakan tentara dan polisi Burma saat ini sangat kejam dan tidak dapat diterima,” katanya.

Dia mengatakan AA akan terus maju untuk membela orang-orang Rakhine yang tertindas.

Kata dia orang-orang etnis yang tertindas akan terus berjuang untuk melawan penindasan.

Kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mencatat hingga kini sedikitnya 261 orang tewas sejak sejak kudeta 1 Februari lalu.

Baca Juga :   Wakil Ketua MPR RI: Kudeta "Preseden" Buruk bagi Demokrasi

Seorang juru bicara militer tidak menjawab panggilan untuk komentar.

Namun Juru bicara junta militer Myanmar, Zaw Min Tun, telah menyampaikan belasungkawa atas kematian para demonstran.

Tetapi Zaw Min Tun, tetap menyebut para pengunjuk rasa sebagai teroris.

Sementara Tun menyebut jumlah demonstran tewas sebanyak 164, berbeda dari laporan kelompok pemantau yang mencapai 260 lebih.

Baca Juga :   Pak Moeldoko Mau Reunian sama Jenderal Kudeta Myanmar di Jakarta?

Sebelumnya Tentara Arakan telah menyetujui gencatan senjata dengan pemerintah Aung San Suu Kyi yang digulingkan.

Junta juga telah menetapkan gencatan senjata dengan beberapa kelompok bersenjata, salah satunya untuk memulihkan perdamaian abadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.