Gegara Digeledah KPK, Saham Bank Panin Tiba-tiba Ambruk?

oleh -
Bank Panin
Bank Panin (ist.)

kataberita.id — Harga saham PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Bank Panin pada perdagangan Rabu kemarin (24/3/2021), bergerak di zona merah, melorot hingga 3,10% di posisi Rp 1.095/saham.

Data perdagangan mencatat, pada pukul 09.07 WIB, saham Bank Panin ditransaksikan Rp 2,82 miliar dan volume perdagangan 2,57 juta saham dengan kapitalisasi pasar Rp 26,37 triliun.

Sepekan terakhir saham Bank Panin turun 0,90%, sebulan minus 0,90%, dan year to date masih positif 2,82%.

Baca Juga :   Bak Lagu Broery Marantika, Febri Diansyah Pamit Pada KPK

Hari ini investor asing jual saham PNBN sebesar Rp 60 juta dan sebulan asing masuk Rp 3,69 miliar.

Kabar terbaru memang datang dari Bank Panin. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor pusat Bank Panin di Jakarta. Ini terkait dugaan suap di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan.

Hal ini terungkap dalam keterangan Juru Bicara KPK Ali Fikri. Penggeledahan dilakukan Selasa (23/3/2021) pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

Baca Juga :   Soal Laporan Mensos Risma, Rizal Ramli: Lengkap Skenario Perampokan Bansos Hak Orang Miskin Itu...

“Tim Penyidik KPK dalam perkara dugaan TPK penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak, telah selesai melaksanakan penggeledahan di wilayah DKI Jakarta, bertempat di Kantor Pusat Bank Panin, Jakarta Pusat,” tegasnya, dikutip Rabu (24/3/2021) ditulis Detik.com.

“Di lokasi ini ditemukan diamankan di antaranya berbagai dokumen dan barang elektronik yang terkait dengan perkara,” ujarnya lagi tanpa memberi keterangan rinci.

Baca Juga :   Usai Datangi Kantor KPK, DPR Segera Panggil Risma Terkait 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos

Sebelumnya, KPK disebut telah memanggil salah satu PNS di Kementerian Keuangan. KPK juga telah menggeledah kantor PT Jhonlin Baratama (JB) di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan tiga rumah.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut kasus suap ini diduga melibatkan pejabat di Ditjen Pajak. Suapnya diduga bernilai puluhan miliar rupiah.

Kalau di pajak kan modusnya seperti…