Duh, Anggota DPR F-Gerindra Diduga Terlibat Pencurian BBM 21,5 Ton, Langsung Dilaporkan ke MKD

oleh -
ilustrasi BBM
ilustrasi BBM

kataberita.id — Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Rahmat Muhajirin dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Rahmat dilaporkan terkait dugaan keterlibatan atas kasus pencurian 21,5 ton BBM jenis solar dari Single Point Mooring (SPM) milik PT Pertamina di perairan Tuban, Jawa Timur.

“Iya (melaporkan Anggota DPR Fraksi Gerindra, Rahmat Muhajirin), tadi siang sekitar pukul 12 lewat saya datang ke MKD,” kata anggota Mahasiswa Pemerhati MIGAS, Syahroni, kepada wartawan, Senin (22/3/2021).

Baca Juga :   Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Poyuono: Akan Menghancurkan Cita-Cita Prabowo menjadi Presiden

Laporan itu terkait kasus pencurian 21,5 ton BBM di perairan Tuban, Jawa Timur, yang diungkap Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri. Syahroni menilai kasus tersebut ramai diduga melibatkan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Rahmat Muhajirin.

“Kegiatan pencurian 21,5 ton BBM jenis solar dari Single Point Mooring (SPM) milik PT Pertamina di perairan Tuban Jawa Timur yang diungkap tim gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri pekan lalu ramai diberitakan dan diduga melibatkan oknum anggota DPR dari Fraksi Gerindra Bapak H. Rahmat Muhajirin,” ucapnya.

Baca Juga :   Dukung Jokowi Jabat Presiden 3 Periode, Politikus Gerindra ini Ingin Menampar?

Syahroni pun mengatakan laporannya telah diterima oleh MKD DPR RI sekitar pukul 12.30 WIB. Dia berharap MKD DPR RI dapat memproses laporan yang ada secara profesional.

“Saya berharap agar MKD dapat memproses laporan ini dengan sebaik-baiknya dan mampu bekerja secara profesional dalam mengungkap benar tidaknya bahwa adanya keterkaitan dugaan keterlibatan Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Gerindra Bapak H Rahmat Muhajirin dalam kasus pencurian solar di Tuban,” ujarnya.

Baca Juga :   Prabowo dan Ketum Partai Golkar Airlangga Bertemu, dan Muncul Kesepakatan Ini

dilansir dari detikcom, anggota Komisi III DPR RI Rahmat Muhajirin terkait pelaporan tersebut. sebelumnya telah dihubungi oleh wartawan. Namun sampai pukul 18.13 WIB, belum ada jawaban.