Amerika Serikat Anti-Asia: China, Jepang, RI Tiba-tiba Dibenci

oleh -
Stop Hate
Stop Hate (ist,)

kataberita.id — Sentimen anti-Asia tengah merebak di Amerika Serikat (AS). Terjadi peningkatan kasus dari Maret 2020 ke Februari 2021 pada mereka yang berwajah oriental, entah itu China, Jepang, Korea Selatan (Korsel) bahkan wajah Asia lain.

Dalam laporan yang dibuat Stop AAPI Hate, kekerasan ke etnis Asia mencapai 3.795 kasus. Sebanyak 6% kasus itu merupakan pelecehan secara verbal namun ada pula serangan fisik dan serangan di dunia maya.

Hal ini menjadi memuncak pada 16 Maret 2020. Setidaknya enam orang Asia ditembak mati di Atlanta AS.

Baca Juga :   Gempa dan Tsunami di Jepang Hantam Kembali Daerah yang Hancur Akibat Bencana 2011

Kepolisian Atlanta mengaku belum bisa memastikan motif jelas penembakan yang dilakukan Robert Aaron Long (21) tersebut. Long merupakan seorang laki-laki keturunan kulit putih yang disebut memiliki kecanduan seks.

Akibatnya protes dan aksi berjaga dilakukan guna menyerukan diakhirinya kekerasan terhadap orang Asia-Amerika. Ini terjadi di seluruh penjuru AS selama akhir pekan.

Ratusan orang berkumpul hari Sabtu (20/3/2021) di dekat Gedung Kongres Georgia. Mereka membawa tanda yang menyatakan “Hentikan Kebencian Asia”.

Baca Juga :   Ramadan Tiba, Joe Biden Sebut Akan Membela Komunitas Muslim di Seluruh Dunia

Banyak yang mengibarkan bendera AS saat mobil dan truk melaju dengan membunyikan klakson dukungan. Xiaoxu Zheng, seorang peneliti medis berusia 36 tahun di Universitas Negeri Georgia, mengatakan bahwa dia datang ke protes tersebut karena dia khawatir tentang peningkatan prasangka anti-Asia pada tahun lalu.

“Kami tinggal di sini. Kami membayar pajak. Kami bekerja di sini. Inilah hidup kami,” kata Zheng, yang telah berada di AS selama 10 tahun dan tinggal di pinggiran kota Atlanta bersama istri dan dua anaknya, sebagai mana dilansir dari Wall Street Journal.

“Ini adalah negara imigran, semua imigran, jadi tidak ada yang bisa kami lakukan lebih baik selain saling mencintai, selain bekerja sama.”

Baca Juga :   Perusahaan di Jepang Beri Izin Cuti "Patah Hati" Jika Artis Idolanya Menikah

Sentimen rasisme anti-Asia meningkat dalam beberapa waktu terakhir seiring dengan pandemi virus corona (Covid-19). Apalagi wabah ini terdeteksi di Wuhan, China, akhir 2019 lalu.