Fraksi Golkar Dukung Gubernur Anies Melepas Saham Miras DKI di PT Delta Djakarta

oleh -
Anies Baswedan
Anies Baswedan

kataberita.id — Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang ingin menjual saham bir di perusahaan produsen minuman keras PT Delta Djakarta. Hal demikian disampaikan oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Basri Baco.

“Kalau kami dari Fraksi Golkar, dari awal prinsipnya sangat mendukung pemprov DKI dalam hal ini Gubernur DKI (Anies Baswedan) melepas saham DKI Jakarta yang ada di PT Delta,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (13/3/2021).

Baca Juga :   Anies Libatkan Banyak Dinas Bantu Pemulasaran Jenazah Covid-19, dan Siapkan Tabung Oksigen

Kata Baco, melegalkan penjualan minuman keras, sama saja dengan memperbolehkan praktik prostitusi dan melegalkan perjudian. Hal ini, kata dia, justru sangat bertentangan dengan nilai moral dan jauh dari ajaran semua agama.

Atas dasar ini, fraksi Golkar memilih berdiri di barisan Pemerintah Provinsi DKI dan mendorong agar saham DKI di PT Delta Djakarta Tbk segera dilepas secepatnya.

“Prinsipnya negara tidak boleh ikut, memiliki perusahaan atau saham di hal hal yang berbau atau bertentangan dengan norma keagamaan.Ini sama halnya kira melegalisasi prostitusi. Ini sama saja melegalkan perjudian. Ini sama saja melegalkan perzinahan,” tegas Baco.

Baca Juga :   Pengamat Blak-Blakan Buka Kedok Anies Baswedan, Ternyata Pelesiran Hanya Tipuan Politik Belaka

Masih kata Baco, tidak ada yang salah dari wacana menjual saham di perusahaan tersebut, lagi pula rencana ini merupakan bagian dari janji Anies Baswedan pada kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Janji politik, kata dia harus ditepati karena sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kedua, ini bagian dari janji politik pak Gubernur dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RPJMD,” tuturnya.

Baca Juga :   Hanya 38,9 Persen Hasil Survey Kepuasan Publik terhadap Gubernur Anies, Eh Rektor Ini Malah Tidak Percaya

Sekadar informasi, besaran saham DKI Jakarta yang ada di perusahaan tersebut sekira 26,25% dengan total dividen yang masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp50 miliar setiap tahun. Nantinya jika laku terjual Pemprov DKI diproyeksi mendapatkan dana segar sebesar Rp800 miliar dengan asumsi harga satu lembar saham Rp3.800. (WE/kataberita)