Dinakhodai Airlangga, Golkar Kian Perkasa Menuju Partai Modern

oleh
Airlangga Hararto
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hararto (doc. kataberita)

Oleh: Tjuk Suwarsono

kataberita.id — Pilkada 2020 sudah lama berlalu, tetapi genderang perang menuju pemilihan presiden 2024 baru saja digaungkan. Setidaknya dengan mengutak-atik hasil pilkada 2020 kemarin, peta kekuatan kawan dan lawan sudah bisa mulai disusun.

Bagaimanapun hasil pilkada 2020 adalah barometer penting untuk mengetahui kekuatan setiap partai politik di berbagai daerah di Indonesia. Para Kepala Daerah akan mendapat tugas khusus dari parpol pengusungnya, untuk mempertahankan keunggulan hingga pilpres 2024 digelar.

Partai Golkar tampil perkasa. Pada pilkada serentak 2020 itu Golkar mengklaim meraih kemenangan di 165 daerah (61,11%)  dari 270 daerah yang melaksanakan Pilkada. Prestasi ini berhasil melampaui target 60% yang telah ditetapkan. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengatakan di antara 165 kemenangan itu untuk pemilihan gubernur, ada enam provinsi yang merupakan kader Golkar. Empat untuk posisi gubernur dan dua untuk wakil gubernur. Capaian ini mengungguli partai-partai lainnya.

Baca Juga :   Hanya Ada Tiga Jalan untuk Menunda Pemilu

Dari 165 daerah yang diklaim sebagai kemenangan Golkar, maka rincian total kemenangan Golkar di pilkada Bupati dan Walikota adalah 130 kemenangan, terdiri atas 110 pemilihan bupati (pilbub) dan 15 pemilihan walikota (pilwakot). Komposisi angka kemenangan masih bisa berubah, karena masih ada 25 daerah lainnya yang menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi.

Sedangkan partai yang sedang memimpin pemerintahan, PDI Perjuangan total merebut 123 kemenangan terdiri atas 102 pilbup dan 21 pilwakot. Kedua partai besar ini berhasil menguasai ‘klasemen umum’ didorong kerjasama yang apik antarkeduanya dalam menampilkan jagonya. Kolaborasi pasangan Golkar dan PDIP menjadi yang terbanyak di antara pasangan kombinasi parpol lainnya. Faktor keberhasilan lainnya adalah mesin partai yang bekerja baik dan soliditas kadernya.

Baca Juga :   Ketum Airlangga Minta Kader-kader Partai Golkar Jangan Bermain Politik Pecah Belah

Capaian dan prestasi ini membuktikan bahwa partai Golkar yang nyaris tenggelam di awal reformasi 1998, berhasil mempertahankan eksistensinya dan bahkan kembali memimpin. Silih berganti tokoh-tokoh Golkar tampil memimpin, dan kini di bawah kendali Airlangga Hartarto, pohon beringin tumbuh ‘ngrembaka’ (bhs Jawa : subur, berdaun lebat).

Di pentas pemilihan Gubernur pun kader-kader Golkar membukukan kemenangan. Untuk calon gubernur (Cagub) ada di Jambi, Kepulauan Riau (Kepri), Bengkulu, dan Kalimantan Selatan. Sementara untuk wakil gubernur ada di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah. Untuk pemilihan di tingkat kabupaten dan kota, Golkar juga mendominasi di berbagai daerah pemilihan.

Baca Juga :   Fauzan Fadel : Ahmed Zaki Sosok Pemimpin Berprestasi, Cocok Memimpin Ibu Kota Jakarta

Tak pelak kemenangan hingga 61,11%  itu membuat partai berlambang pohon beringin kembali mendominasi politik nasional. Dengan capaian ini Golkar jelas cukup siap menghadapi ajang pemilu dan pilkada di tahun 2024. Yang membanggakan sebagian besar pemenang pilkada itu adalah kader Golkar sendiri. Bahkan 30% di antaranya berusia di bawah 40 tahun, yang merupakan peserta gelombang pertama ‘Golkar Institute’.