Satgas Covid-19 Badko HMI Jabar Berkolaborasi dengan Pemprov Jabar dan Lakukan Pelatihan Pengembangan UMKM

oleh -
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyambut baik pembentukan Satgas COVID-19 HMI Jabar
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyambut baik pembentukan Satgas COVID-19 HMI Jabar, foto: istimewa

kataberita.id, BANDUNG — Badko HMI Jabar bentuk Satgas Covid-19 dan melaksanaknan pelatihan selama tiga hari. Pelatihan tersebut fokus terhadap materi kesehatan yaitu promosi kesehatan dan pandemi covid 19, isolasi mandiri, mengenal vaksin covid 19. Kedua fokus terhadap materi pemulihan ekonomi, yaitu bagaimana meningkatkan enterpreuneurship dan pengembangan UMKM.

Keseriusan Badko HMI Jawa Barat tersebut disambut baik oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam hal ini satgas Covid-19 Pemprov Jabar untuk melakukan kolaborasi atau kerjasama dengan satgas Covid-19 Badko Jabar.

Wakil Gubernur Jawa Barat hadiri pelatihan pengembangan UMKM oleh Satgas Covid-19 Badko HMI Jabar, Jumat (20/11/2020)

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi dengan langkah Badko HMI Jabar yang konsen melakukan aktivitas pengabdian dan kerelawanan dalam situasi sulit di masa pandemi ini.

Ketua Sub Divisi Relawan Covid-19 Iip yang juga merupakan kepala badan kesbangpol jabar, mengapresiasi badko HMI Jabar, karena baru pertama kali melakukan kerjasama dengan organisasi mahasiswa me jadi bagian relawan komunitas untuk bersama sama melawan virus Covid-19.

Ketua Badko HMI Jabar Khoirul Anam Gumilar Winata, menyampaikan 30 kawan kawan peserta ini nantinya akan menjadi koordinator di setiap Kabupaten/Kota dan berharap kepada wagub jabar untuk mendorong pemerintah kabupaten/Kota untuk juga melakukan kerjasama dengan unsur kelompok mahasiswa, dalam hal ini satgas Covid-19 HMI Jabar.

“Untuk pilot project pertama kami akan fokus di ruang lingkup kampus dan sekretariat, memberikan edukasi kepada pedagang kaki lima, pedagang kios dan warung, mahasiswa dan warga sekitar.” ungkap Ketua Badko HMI yang sering dipanggil Anam kepada kataberita.id Jumat (20/11/2020)

Selain itu Anam mengatakan bahwa pendekatan persuasif untuk melakukan edukasi kepada mareka lebih bisa tersampaikan pesannya, dan kesadaran masyarakat bisa lebih terbangun. Sehingga bisa menerapkan protokol kesehatan, gaya hidup sehat, bisa diterapkan dalam aktivitas keseharian kita. Sambil menunggu kepastian vaksin covid 19 bisa digunakan.