Pekerja Malam Bakal Demo Anies, Ini yang Diminta

oleh
Pekerja Hiburan Malam akan Demo Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Pekerja Hiburan Malam akan Demo Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (foto: dok. istimewa via detik)

kataberita.id — Sejumlah wanita pekerja hiburan berencana melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Kota Jakarta pada Senin (5/10). Para pekerja hiburan malam tersebut menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka kembali tempat hiburan malam di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat.

Aksi bertajuk ‘Gerakan 1001 Malam’ itu rencananya akan diikuti 1.000 pekerja dunia hiburan, seperti disk jockey (DJ), pemandu lagu, pekerja spa, dan tempat hiburan malam lainnya. Massa rencananya juga akan berunjuk rasa di depan kantor DPRD DKI Jakarta.

“Jadi rencana aksi itu dilakukan Hari Senin (5/10), rencana besok, tapi kan kalau besok waktunya mepet untuk konsolidasi. Jadi para teman-teman pekerja malam, dunia hiburan banyak yang teriak ekonominya, ya susah PSBB ini. Apalagi tempat usaha mereka tutup semua di DKI Jakarta ini, beda dengan di Jabar dan daerah lain masih buka dan ada batasan waktunya kan gitu,” kata penanggung jawab aksi Lisman Hasibuan kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Baca Juga :   Anak Buah Prabowo Subianto Teriak Minta Kejagung dan KPK Segera Menjerat Anies Baswedan?

Lisman Hasibuan, yang juga Ketua Infokom DPP PEKAT Indonesia Bersatu, mengatakan, dalam aksi unjuk rasa tersebut, massa yang mayoritas kaum perempuan akan menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya, mereka meminta Gubernur DKI Jakarta membuka tempat hiburan malam.

“Mereka tuntutannya kenapa mal bisa dibuka, pasar bisa dibuka, terus tempat publik lainnya bisa dibuka? Tapi kenapa dunia malam ditutup? Kalau mereka inginnya tetap dibuka tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19, bila perlu dengan rapid test,” katanya.

Baca Juga :   Gubernur Anies: Mungkin Jakarta Sudah Kolaps, Pasien Covid Per Hari Ini Tembus 40.637 Orang

Lisman mengatakan para pekerja tersebut kehilangan mata pencariannya karena tempat hiburan tidak diperbolehkan beroperasi di tengah pandemi. Sementara para pekerja tempat hiburan tidak mendapatkan pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Kasihan mereka ada yang ngeluh, anak-anaknya ada, anak-anaknya mau makan apa, ada yang tulang punggung keluarga. Susah mau cari kerjaan apa di Jakarta ini sementara pemerintah nggak siapkan lapangan pekerjaan,” katanya.

Baca Juga :   Heboh! Warteg di Pasar Pramuka Tekor Usai dikunjungi Anies Baswedan, Benarkah?

Selain ke balai kota, mereka juga berencana melakukan aksi di depan kantor DPRD DKI. Mereka meminta agar perwakilan dewan menemui massa.

“Saya sudah kontak Ketua Fraksi Golkar dan Bang Taufik juga sudah kita kontak agar menerima perwakilan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lisman menyebut, pihaknya bisa menjamin protokol kesehatan jika tempat hiburan malam diizinkan dibuka kembali di tengah pandemi ini.

“Artinya kalau dibuka dengan jam 12.00 WIB malam ditutup nggak masalah, kita nggak minta sampai pagi, artinya dibuka sampai jam 12.00 WIB malam dengan protokol kesehatan,” tandasnya. (detik/kataberita)