Ibu-ibu di Cianjur Kesal, Terpaksa Jadi Aktivis, Protes Air PDAM Tidak Mengalir Selama Sebulan

oleh -
Ibu Ibu Protes Air PDAM Tidak Mengalir selama satu bulan
Ibu Ibu Protes Air PDAM Tidak Mengalir selama satu bulan

kataberita.id, CIANJUR — Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) minum milik pemerintah, kini mendapat kecaman lagi dari pelanggannya, setelah beberapa bulan yang lalu sempat juga viral karena jajaran direksi pelisiran ke Eropa di saat pandemi Covid-19.

Kini Ibu-ibu di Cianjur, pelanggan Perumdam Tirta Mukti Cianjur terpaksa menjadi aktivis melakukan aksi protes kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut (13/7/2020).

Dalam video berdurasi 00.38 detik itu, menjadi tersebar dan viral di WAG dan media sosial. Dari pengamatan kataberita.id, Ibu-ibu dalam video tersebut sangat kesal dengan kinerja PDAM dalam pelayanannya kepada pelanggan.

Baca juga :   BEM Unsur Akan Ajak Warga Datangi Kantor Perumdam Tirta Mukti

“Pembayaran tetep, walau gak ada air, tetep harus bayar. Satu bulan gak ada air”. Celoteh Ibu berbaju kuning.

Video tersebut juga mengeluarkan suara lantang di belakang, menyinggung juga soal jajaran direksi yang sempat jalan-jalan ke Eropa.

“Direktur PDAM tanggung jawab! Jangan jalan-jalan ke Eropa wae sok.” Protes Ibu-ibu bersuara lantang.

Baca juga :   Ada Apa Lagi dengan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Cianjur

“Sudah satu bulan gak ada air, kita juga orang islam kan harus wudu, kan butuh air,” jelas Ibu-ibu dibarengi pelanggan yang lain.

“Jangan terus diambilan sama pembayaran-pembayaran. Air gak ngalir. Kita mau bayar apa? Bayar angin?” Tutup Ibu-ibu dengan nada kesal.

Selain itu ada Video berdurasi 00.07 detik, dengan lantangnya Ibu-ibu berbaju warna ungu itu mengecam protes dan menyinggung Pejabat tinggi PDAM yang pernah jalan-jalan ke Eropa.

Baca juga :   Pameran Seni Mental Health Bersama Istana KSJ, Memanusiakan Manusia

“Bocor, eta teh kumaha pertanggungjawanna, di kamanakeun eta cai? Apa dipake jalan-jalan deui ka Eropa ka mana?” Tegas pelanggan PDAM tersebut.

Sampai berita ini dikeluarkan, belum ada tindakan atau klarifikasi dari pihak Perumdam Tirta Mukti Cianjur. (kataberita/icn)